detikcom
Selasa, 24/04/2012 15:29 WIB

Wacanakan Munaslub, Ketua DPD II Golkar Bisa Dipecat

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Jakarta - Wasekjen Partai Golkar Nurul Arifin menegaskan aturan Partai Golkar tegas terhadap kader yang tak patuh. Mereka bisa dipecat dari kepengurusan Golkar.

"Mekanismenya teguran ke DPD provinsi akan dilakukan, yang negur DPD II itu DPD I. Kenapa sampai begitu. Kalau sampe 3 kali peringatan tidak diindahkan akan (dilakukan) pemecatan," kata Nurul kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (24/4/2012).

Menurut Nurul, setiap perbedaan pendapat masih bisa dikomunikasikan. Tanpa harus mewacanakan Munaslub.

"Tidak ada keharusan menyertakan dewan pertimbangan. Dari rapimnas muncul dalam pandangan umum di rapimnasus. Komunikasi belum intensif sehingga ada yang merasa ditinggalkan diabaikan," katanya.

Rencana Ical mempercepat rapimnasus pencapresannya digugat forum DPD II Golkar se-Indonesia. DPD II Golkar mengancam menggulingkan Ical.

"Forum DPD II Golkar se-Indonesia menolak percepatan rapimnasus pencapresan Ical. Karena kita menilai ini kan pemaksaan. Kemudian selama dia memimpin partai Golkar, Partai Golkar sangat tertutup seolah adalah kerajaan. Seolah dia memimpin Golkar seperti memimpin perusahaan," kata Ketua Forum DPD II Golkar se-Indonesia, Muntasir Hamid, saat dihubungi wartawan, Selasa (24/4/2012).

Ketua DPD II Golkar Banda Aceh ini meminta Ical duduk bersama Akbar Tandjung. Kalau pencapresan terburu-buru, Ical bisa dilucuti di Munaslub.

"Sebaiknya dia duduk dengan pinisepuh jangan membuat ribut. Contohlah partai lain. Kalau dipaksakan Ical nyapres ini bisa didorong Munaslub. Semua pengganti ada di ring 1 Ical," katanya.


Ikiti berbagai peristiwa hangat yang terjadi hari ini di "Reportase Sore", Pukul 16.30 WIB, Hanya di TRANS TV

(van/rmd)





Sponsored Link
Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 17/06/2013 18:39 WIB
    Dirjen KA Tundjung Inderawan Bicara Mental Penumpang dan Seramnya MRT Subway
    Gb Seraya membangun infrastruktur seperti stasiun dan rel kereta api, Kemenhub juga mengkhawatirkan mental penumpang kereta yang belum tertib. Apalagi, teknologi maju kereta bawah tanah bakal dibangun di Jakarta. Kekhawatiran timbul bila perilaku penumpang KA masih timpang dengan teknologi transportasi.
ProKontra Index »

Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019

Dalam berbagai survei, nama Gubernur DKI Jokowi menempati posisi teratas capres potensial 2014. Suara-suara yang menginginkan Jokowi maju menjadi Capres di Pilpres 2014 juga cukup kencang. Tetapi menurut peneliti politik senior LIPI, Siti Zuhro, Jokowi akan lebih kuat jika berkompetisi di Pilpres 2019. Bila Anda setuju dengan Siti Zuhro, pilih Pro!
Pro
34%
Kontra
66%