Selasa, 24/04/2012 00:02 WIB
Bahas Proses Pelunasan, Korban Lumpur Lapindo Dipertemukan PT Minarak
Namun, dalam pertemuan yang dipimpin langsung oleh Emil Firdaus, Ketua Pansus Lumpur Lapindo di ruang rapat DPRD Sidoarjo berlangsung alot. Pasalnya, warga dari kelompok Jatirejo, Renokenongo, Cash and Carry, Kedungbendo, Glagah Arum, GKLL (Gabungan Korban Lumpur Lapindo) dan Pagar Rekontrak mendesak kepada MLJ agar secepatnya mempercepat proses pembayaran ganti rugi.
"Kita hanya menagih janji. Karena berdasarkan peraturan presiden 14 tahun 2007, bahwa pelunasan ganti rugi akan selesai pada bulan April. Kenapa terlambat dan belum ada pelunasan ataupun pembayaran untuk warga," kata Huda, koordinator warga kelompok GKLL, di ruang sidang DPRD Sidoarjo.
Menanggapi permintaan warga, Andi Darussalam Tabussala sebagai Direktur Utama PT MLJ menjelaskan, kalau pihak Minarak Lapindo Jaya bukannya tidak mau melakukan proses percepatan pembayaran untuk warga korban lumpur. Tapi, pihak Minarak Lapindo Jaya sendiri saat ini sedang mengalami krisi keuangan.
"Bahwa yang melakukan pembayaran untuk kalian (warga korban lumpur, red) bukanlah dari para Group Bakrie. Melainkan dari keluar Bakrie, artinya dari pembayaran dari uang pribadi keluarga Bakrie Group sendiri," tegas Andi kepada sejumlah warga korban lumpur.
Andi menambahkan, pembayaran yang dilakukan oleh keluarga Bakrie berdasarkan dari hasil pertemuan dengan pemerintah pusat maupun dengan provinsi. "seperti yang disepakati dari awal, kalau Presiden mamanggil keluarga Bakrie yaitu Pak Nirwan agar secepatnya dilakukan pembayaran dan pelunasan dengan cepat berdasarkan dengan peraturan presiden," kata dia.
Namun dengan catatan kata Andi, bahwa saat itu pihak pemerintah memberikan bantuan pinjaman kepada MLJ. "Dan saat ini pihak MLJ sendiri sudah melakukan pelunasan kepada warga korban lumpur Rp 2,9 triliun rupiah," terangnya.
Sedang untuk prose percepatan pembayaran ganti rugi warga korban lumpur Lapindo sendiri membutuhkan sekitar Rp 1,1 triliun. Dari anggaran sebesar tersebut, pihak MLJ sendiri tidak memilik uang cash flow. "Kembali saya katakan kalau pembayaran warga korban lumpur itu menggunakan uang keluarga Bakrie sendiri, bukan dari uang para Bakrie Group (Perusahaan Bakrie Group). Dan saat ini tidak mempunyai cash flow sebesar Rp 1,1 triliun," tegasnya lagi.
Mendapatkan penjelasan dari Andi Darussalam Tabussala, warga korban lumpur Lapindo yang melakukan hearing tidak bisa berbuat banyak. Namun, warga tetap bersikukuh mendesak agar secepatnya pihak keluarga Bakrie segera melakukan proses pembayaran ganti rugi.
Pansus lumpur sendiri juga ikut mendesak Direktur Utama PT MLJ agar secepatnya melakukan proses pembayaran. Pansus juga meminta agar hasil pertemuan hari ini disampaikan kepada keluarga Bakrie. "Kita minta agar situ (Andi Darussalam Tabussala, red) melakukan pertemuan dengan keluarga Bakrie. Dan kita minta hasilnya secepatnya," kata Emil Firdaus.
Pihak MLJ juga berjanji jika proses pelunasan dan pembayaran warga korban lumpur akan selesai pada tahun 2012. "Keluarga Bakrie sendiri berjanji akan melunasi warga pada Desember tahun ini," ujarnya singkat.
Sementara itu, korban lumpur Lapindo mengancam akan terus melakukan unjuk rasa dengan menutup jalan raya Porong dan jalur kereta api jika tidak segera dilakukan pembayaran.
"Kita akan terus melakukan aksi demo terus menerus dengan menutup arus jalan raya porong maupun jalur kereta api," ancam Sunarto koordinator warga korban lumpur.
Ikiti berbagai peristiwa hangat yang terjadi hari ini di "Reportase Sore", Pukul 16.30 WIB, Hanya di TRANS TV
(fjp/riz)
Baca Juga
Twitter Recommendation
-
Gantikan Bajaj Butut, Pemprov DKI Siapkan Bajaj Listrik Swedia
296 share this. -
PNS di Ciamis Diciduk Polisi Saat Hisap Ganja
258 share this. -
Kabut Asap Bawa Berkah Bagi Sopir Taksi Singapura
216 share this. -
Enggan Naikkan Tarif Pasca BBM Naik, Pengusaha Angkot Minta Subsidi
205 share this. -
Pintu Masuk Imigran Gelap Ada di Sepanjang Garis Pantai Indonesia
161 share this.
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru
Indeks Berita »
-
Kamis, 20/06/2013 10:04 WIB
Hari ke-249 Jokowi
Jokowi Akui Perhatian Pemprov DKI Terhadap Seniman Betawi Masih Kurang
-
Kamis, 20/06/2013 10:04 WIB
PKS Terbelah
Sepanas Apa Hubungan Bro Tifatul dan Kubu Anis Matta?
-
Kamis, 20/06/2013 09:57 WIB
Ini Nih Bangku Taman yang Dipasang Jokowi di Thamrin-Sudirman
-
Kamis, 20/06/2013 09:49 WIB
Sidang Kasus Cebongan
Massa Unjuk Gigi di Dilmil: Hidup Kopassus!
-
Kamis, 20/06/2013 09:40 WIB
Kabut Asap di Pekanbaru Makin Pekat, Sejumlah Orangtua Liburkan Anaknya
-
Kamis, 20/06/2013 09:23 WIB
Hore! Ahok Resmikan Rusunawa Daan Mogot
-
Kamis, 20/06/2013 09:03 WIB
12 Prajurit Kopassus Berbaret Merah Tiba Dilmil Yogya
-
Kamis, 20/06/2013 08:27 WIB
Langkah Jokowi Batasi Jam Kelab Malam Diapresiasi KPAI
-
Kamis, 20/06/2013 09:45 WIB
Massa Unjuk Gigi di Dilmil: Hidup Kopassus!
-
Kamis, 20/06/2013 08:18 WIB
Singapura Pakai Satelit, Cari Perusahaan yang Sebabkan Kebakaran Lahan
-
Kamis, 20/06/2013 09:10 WIB
Eks Kabin Hendropriyono Hadir di Sidang Cebongan
-
Kamis, 20/06/2013 09:20 WIB
JK Batal Penuhi Harapan Antasari Untuk Bersaksi di MK
-
Kamis, 20/06/2013 09:20 WIB
Singapura Dikepung Kabut Asap
-
431 Komentar
-
356 Komentar
-
223 Komentar
-
201 Komentar
-
195 Komentar
-
193 Komentar
-
183 Komentar
-
178 Komentar
-
Rabu, 19/06/2013 14:22 WIB
Penerus Mega di PDIP
Effendi Simbolon Buka-bukaan Soal Prospek Politik Prananda dan Puan
Prananda dan Puan Maharani disebut-sebut disiapkan menjadi penerus tahta Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Anak kedua Mega, Prananda (43), diyakini sebagia pembawa ideologi kakeknya, Bung Karno.
ProKontra
Index »
Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019
Pro
Kontra
MustRead
close
-
Kamis, 20/06/2013 09:10 WIB
Eks Kabin Hendropriyono Hadir di Sidang Cebongan
-
Kamis, 20/06/2013 09:03 WIB
12 Prajurit Kopassus Berbaret Merah Tiba Dilmil Yogya
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer



_10.gif)










_3.gif)

Mudik selalu dirindukan bagi setiap perantau. Tak terkecuali bagi Dirjen Perhubungan Darat Soeroyo Alimoeso. Beliau curhat tentang dirinya yang tidak pernah mudik dan susahnya mengatur pemudik.
Giatnya Pemerintah memperjuangkan munculnya regulasi (Peraturan Menteri Perindustrian) tentang Low Cost and Green Car (LCGC) bersama-sama DPR-RI membuktikan bahwa Pemerintah sekarang tidak pro angkutan umum.

