detikcom
Senin, 23/04/2012 18:40 WIB

Marzuki: Pembatasan BBM Bersubsidi Tak Bisa Dihindari

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Jakarta - Ketua DPR Marzuki Alie menegaskan pembatasan BBM tak dapat dihindari. Sebagai konsekuensi tidak naiknya harga BBM jenis premium.

"Sudah banyak solusi yang dinyatakan oleh para ahli dan saya yakin pemerintah juga sudah mendengarkan hal itu. Tapi saat ini hal itu tidak bisa cepat dilakukan sementara tekanan terhadap APBN semakin berat setiap harinya. Maka meskipun pahit langkah untuk membatasi penggunaan BBM untuk kendaraan diatas 1500 cc atau yang boros penggunaan bahan bakar harus dibatasi,"kata Marzuki dalam siaran pers, Senin (23/4/2012).

Marzuki mengakui kondisi saat ini dimana pemilik kendaraan dengan kapasitas mesin diatas 1500 cc belum tentu orang kaya dan mampu. Banyak pemilik kendaraan yang relatif tua dengan kapasitas mesin yang besar bukanlah orang kaya sehingga terkesan menjadi tidak adil.

"Misalnya jika dibandingkan dengan pemilik kendaraan baru dengan harga yang jauh diatas mobil tua tersebut yang dimiliki oleh orang yang lebih mampu namun tetap bisa menggunakan kendaraan bersubsidi. Yah memang terkesan tidak adil,"katanya.

Tapi, Maruki berharap kebijakan ini bisa ikut mendorong para pemilik kendaraan dengan kapasitas mesin besar untuk mengalihkan ke BBG. Sehingga kebijakan menurunkan subsidi BBM bisa didukung oleh masyarakat.

"Toh BBG jauh lebih murah.Saya yakin juga akan ada langkah konkriet pemerintah kedepannya untuk mengurangi subsidi BBM dengan membangun SPBG dan kendaraan umum,"tandasnya.


Ikiti berbagai peristiwa hangat yang terjadi hari ini di "Reportase Sore", Pukul 16.30 WIB, Hanya di TRANS TV

(van/fjr)





Sponsored Link
Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019

Dalam berbagai survei, nama Gubernur DKI Jokowi menempati posisi teratas capres potensial 2014. Suara-suara yang menginginkan Jokowi maju menjadi Capres di Pilpres 2014 juga cukup kencang. Tetapi menurut peneliti politik senior LIPI, Siti Zuhro, Jokowi akan lebih kuat jika berkompetisi di Pilpres 2019. Bila Anda setuju dengan Siti Zuhro, pilih Pro!
Pro
34%
Kontra
66%