detikcom
Senin, 23/04/2012 18:16 WIB

Akbar Tandjung: Soal Restu Pencapresan Ical Nanti Dulu!

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Jakarta - Ketua Dewan Pertimbangan Golkar Akbar Tandjung menunggu undangan dari Aburizal Bakrie (Ical) untuk berunding dengannya soal mekanisme pencapresan. Kalau itu sudah deal, baru bicara restu.

"Ya pokoknya kalau ada pikiran untuk bertemu memang kami Dewan Pertimbangan ingin kami sepakati dulu sistem dan tata cara pencapresan. Itu yang betul-betul harus kita pikirkan terlebih dahulu," kata Akbar, Senin (23/4/2012).

Namun sampai hari ini Akbar belum menerima undangan pertemuan dengan Ical. Yang menurut Waketum Golkar Fadel Muhammad akan digelar 27 April ini.

"Saya belum tahu mendapatkan informasi yang jelas mengenai tentang itu. Saya sendiri belum diundang kita tunggu saja," kata Akbar.

Namun kalau undangan tersebut datang, Akbar berkomitmen akan membuka diri. Sepanjang pembahasan rapimnasus hanya seputar mekanisme pencapresan.

"Nanti kita lihat aja ya pada waktu tertentu kita bicarakan. Kita menghendaki sistemnya dan mekanismenya bagaimana, apakah survei begitu bagaimana mekanismenya. Survei itu bagus sebagai salah satu parameter untuk menetapkan capres. Tapi kita harus sepakati dulu mekanismenya," tandasnya.

Mengakhiri ketegangan antara tokoh senior Golkar terkait pro kontra percepatan Rapat Pimpinan Nasional Khusus (Rapimnassus), Aburizal Bakrie dan Akbar Tanjung akan bertemu dalam rapat pleno tanggal 27 April. Pertemuan akan membahas polemik antar pengurus sekaligus menyinggung mekanisme Rapimnassus.

"Melihat polemik yang ramai diberitakan maka kami menggelar rapat pleno di Kantor DPP Golkar tanggal 27 April jam 15.00 WIB," kata Wakil Ketum Golkar Fadel Muhammad saat dihubungi detikcom, Senin (23/4/2012).

Menurut Fadel, ketegangan antar tokoh senior harus segera diselesaikan. Apalagi ketegangan yang makin menguat lewat pemberitaan media massa akan mempengaruhi kesolidan pengurus di tingkat pusat maupun daerah.

"Kita akan meng-clearkan persoalan antara pengurus. Pertemuan ini sudah disetujui Pak Ical. Kami akan bicara mengenai apa yang dipersoalkan karena kalau ada permasalahan lebih baik bicara di rapat bukan adu statement di media," terangnya.


Ikiti berbagai peristiwa hangat yang terjadi hari ini di "Reportase Sore", Pukul 16.30 WIB, Hanya di TRANS TV

(van/ndr)





Sponsored Link
Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru Indeks Berita ยป
  • Senin, 17/06/2013 18:39 WIB
    Dirjen KA Tundjung Inderawan Bicara Mental Penumpang dan Seramnya MRT Subway
    Gb Seraya membangun infrastruktur seperti stasiun dan rel kereta api, Kemenhub juga mengkhawatirkan mental penumpang kereta yang belum tertib. Apalagi, teknologi maju kereta bawah tanah bakal dibangun di Jakarta. Kekhawatiran timbul bila perilaku penumpang KA masih timpang dengan teknologi transportasi.
ProKontra Index »

Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019

Dalam berbagai survei, nama Gubernur DKI Jokowi menempati posisi teratas capres potensial 2014. Suara-suara yang menginginkan Jokowi maju menjadi Capres di Pilpres 2014 juga cukup kencang. Tetapi menurut peneliti politik senior LIPI, Siti Zuhro, Jokowi akan lebih kuat jika berkompetisi di Pilpres 2019. Bila Anda setuju dengan Siti Zuhro, pilih Pro!
Pro
35%
Kontra
65%