Senin, 23/04/2012 12:45 WIB

Protes Rencana Pembangunan PLTU, Ratusan Orang Geruduk DPRD Jateng

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Halaman 1 dari 2
Angling Adhitya P/detikcom
Semarang - Ratusan warga Ujungnegoro, Karanggeneng Ponowareng, dan Roban, Batang, Jawa Tengah berbondong-bondong melakukan aksi unjuk rasa di depang gedung DPRD Jateng, Jalan Pahlawan, Semarang, terkait pembangunan PLTU di Kabupaten Batang.

Ketua Paguyuban Rakyat Batang Berjuang Untuk Konservasi, Ali Tahfrinan mengatakan rencana pembangunan PLTU tersebut perlu dikaji ulang. Karena pembangunan PLTU Batang akan melewati Kawasan Lindung Nasional di kawasan laut Ujungnegoro, Kandeman, Batang. Itu berarti tidak sesuai dengan PP 26 tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah.

"Tercantum dalam Perda Propinsi Jawa Tengah nomer 6 tahun 2010 kalau wilayah Ujungnegoro hingga Roban merupakan Kawasan Lindung Nasional. Kenapa sekarang Gubernur tetap ingin disitu?" kata Ali dalam orasinya di depan Gedung DPRD Jateng, Jalan Pahlawan, Semarang, Senin (23/4/2012)

Ali mengatakan lokasi pembangunan mega proyek tersebut ada di kawasan perlindungan Terumbu Karang, dengan luas hampir 7000 hektar yang merupakan kawasan Taman Wisata Alam Laut.

"Pembangunan akan berdiri di lahan subur milik warga baik di darat dan laut. Jika tetap dibangun maka dokumen AMDAL tidak dapat dinilai dan wajib dikembalikan kepada pemrakarsa," katanya.

Sementara itu, dalam audiensi dengan DPRD, warga juga mengeluhkan dengan adanya oknum yang melakukan penawaran dengan ancaman.

"Ada yang bilang jika tidak mau menjual kami akan didatangi preman dan 'grandong'. Hidup kami jadi tidak tenang," ungkap Saryudi warga Karanggeneng.Next

Halaman 1 2

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(alg/try)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

16 Kursi Menteri dari Parpol di Kabinet Jokowi Terlalu Banyak

Presiden Terpilih Jokowi telah mengumumkan postur kabinetnya. Jokowi memberi jatah 16 kursi untuk kader parpol. Menurut pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto, 16 kursi untuk kader parpol ini dinilai terlalu besar, tak sesuai harapan publik. Awalnya publik mengira jatah menteri untuk parpol jauh lebih sedikit. Bila Anda setuju dengan Gun Gun Heryanto, pilih Pro!
Pro
41%
Kontra
59%