Senin, 23/04/2012 09:52 WIB
Ini Alasan Polisi Sulit Ungkap Pengendara Yaris Penembak 2 Anggota TNI
"Sampai sekarang tim gabungan masih kesulitan dalam mengungkap kasus penembakan 2 oknum TNI yang terlibat geng pita kuning di Jl Pramuka," kata sumber terpercaya detikcom, Senin (23/4/2012).
Menurut sumber tersebut, barang bukti yang menjadi kunci penyelidikan sampai sekarang belum diserahkan ke polisi. Barang bukti tersebut berupa selongsong peluru, baju Prada Akbar yang justru disita TNI AL, dan hasil visum kedua anggota yang tertembak.
"Kita sudah minta sejak awal. Tapi sampai sekarang belum diserahkan. Ketiga hal tersebut belum diserahkan, maka akan sulit untuk mengungkapnya," ujarnya.
Jika barang bukti tersebut terlalu lama diselidiki, maka sterilitas barang bukti tersebut sudah diragukan.
"Padahal dari barang bukti tersebut bisa diketahui jarak tembak, jenis peluru dan lain-lain," ungkapnya.
Seperti diketahui penembakan kedua anggota TNI AL ini terjadi sekitar pukul 02.30 WIB, Jumat (13/4). Kedua anggota TNI AL tersebut bernama Pratu Apm Sugeng Riyadi, anggota lembaga farmasi TNI AL (Lafial) dan Prada Akbar Fidi Aldian dari Yonif Linud 503 Kostrad.
Saat keduanya ikut konvoi geng motor pita kuning, seorang pengendara mobil Toyota Yaris yang melintas di Jl Pramuka, Jakarta Pusat, melemparkan timah panas ke kedua anggota TNI tersebut. Hingga kini pengendara mobil Yaris masih misterius.
Sementara itu, Kadispen TNI AL Laksamana Pertama Untung Suropati membenarkan adanya dua anggota TNI yang tertembak di Jalan Raya Pramuka. Pihaknya menyerahkan sepenuhnya penyelidikan kasus tersebut ke kepolisian.
Geng pita kuning mengamuk di 7 titik di Jakarta pada 13 April dinihari, diduga karena terkait tewasnya Kelasi Arifin di tangan geng motor di Kemayoran 31 Maret 2012.
Praktek penimbunan BBM melibatkan oknum aparat keamanan. Seperti apa modusnya? Tonton "Reportase Investigasi", Minggu, 26 Mei 2013, pukul 16.45, hanya di TRANSTV
(gus/nrl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
-
Gempa 5,2 SR Terjadi di Pacitan
1,551 share this. -
27 Juta Warga Jateng Hari Ini Tentukan Gubernur Baru
754 share this. -
Fathanah, Royal ke Perempuan Tapi Bermasalah dengan Utang
593 share this. -
Mahfud MD Siap Jadi Capres atau Cawapres
532 share this. -
KPAI: Jangan Terjebak Gedung 'Wah', Pentingkan Kurikulum
529 share this.
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru
Indeks Berita ยป
-
Minggu, 26/05/2013 14:11 WIB
NasDem Setuju Pembatasan Dana Kampanye Caleg
-
Minggu, 26/05/2013 14:05 WIB
Lecehkan Ibu Muda, Saputra: Istri Saya Hamil Jadi Nggak Dapat Jatah
-
Minggu, 26/05/2013 13:54 WIB
4 Cerita Ahmad Zaki yang Dibantah KPK
-
Minggu, 26/05/2013 13:50 WIB
Rapat Pleno KPUD Bali Sempat Tegang, Saksi PDIP Diusir dari Ruangan
-
Minggu, 26/05/2013 13:49 WIB
Gerindra: Interpelasi Jokowi, Politisi Kebon Sirih Genit!
-
Minggu, 26/05/2013 13:17 WIB
Pelaku Pelecehan di Konser The Virgin: Resleting Celana Saya Rusak
-
Minggu, 26/05/2013 12:33 WIB
Ibu Muda Jadi Korban Pelecehan Seksual Saat Nonton Konser The Virgin
-
Minggu, 26/05/2013 12:00 WIB
Fathanah, Royal ke Perempuan Tapi Bermasalah dengan Utang
-
Minggu, 26/05/2013 13:45 WIB
Quick Count Pilgub Jateng, Ganjar Pranowo Unggul Sementara
-
Minggu, 26/05/2013 13:35 WIB
Hasil Pleno Rekapitulasi Suara Pilgub Bali, Jago PDIP Kalah
-
Minggu, 26/05/2013 13:59 WIB
Lecehkan Ibu Muda, Saputra: Istri Saya Hamil Jadi Nggak Dapat Jatah
-
Minggu, 26/05/2013 12:21 WIB
Meski Dikritik, Partai Demokrat DKI akan Tetap Interpelasi Jokowi
-
Minggu, 26/05/2013 13:42 WIB
4 Cerita Ahmad Zaki yang Dibantah KPK
-
546 Komentar
-
265 Komentar
-
209 Komentar
-
207 Komentar
-
188 Komentar
-
156 Komentar
-
138 Komentar
-
131 Komentar
-
Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
ProKontra
Index »
Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal
Pro
Kontra
MustRead
close
-
Minggu, 26/05/2013 07:44 WIB
Eks Irwasum Polri Bantah Terima Setoran Proyek Simulator Rp 1 M
-
Minggu, 26/05/2013 07:11 WIB
Perusak Mercy Milik Sendiri di JCC Diduga Mabuk
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer












Made Tantrawan (21), mahasiswa Fakultas MIPA UGM memiliki catatan prestasi yang luar biasa. Ia menjadi langganan juara olimpiade internasional dan kini lulus dengan sempurna. Apa resepnya?
Perlawanan para koruptor memang bervariasi. Sejak pertama kali pemberantasan korupsi dilakukan pada permulaan revolusi di Indonesia, tahun 1957, perlawanan sudah terjadi. Perlawanan para koruptor sudah merupakan hukum besi. Hukum perlawanan adalah hukum kemestian.
