detikcom
Senin, 23/04/2012 07:35 WIB

Siswa SMP Diminta Tak Hiraukan SMS Kunci Jawaban Soal UN

Rivki - detikNews
foto: ilustrasi/detikcom
Jakarta - Hari ini siswa SMP, Madrasah, dan SMP Luar Biasa, mengikuti Ujian Nasional untuk menentukan kelulusan. Para siswa diimbau tidak termakan isu bocoran jawaban karena dipastikan itu tidak benar.

"Kita imbau untuk adik-adik SMP kita agar tidak terpancing SMS ataupun informasi mengenai bocoran jawaban," kata Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Taufik Yudi, saat berbincang dengan detikcom, Senin (23/4/2012).

Menurutnya, rahasia soal maupun jawaban dalam ujian nasional sangatlah ketat. Ia menjamin, kalau soal-soal UN dibuka di depan peserta ujian, beberapa menit sebelum ujian dimulai.

"Kita jamin tidak ada kebocoran, karena soal baru dibuka jelang UN itu dimulai," tukasnya.

Ia memastikan tidak ada bocoran, karena pada UN SMA yang digelar minggu lalu, juga terdapat sms kunci jawaban. Namun hal itu tidak terbukti.

"Berdasarkan UN SMA kemarin, ada beredar SMS kunci jawaban, tapi itu semuanya sama sekali tidak benar," ungkap Taufik

Pihaknya juga meminta para orang tua untuk menanamkan rasa percaya diri dalam UN yang digelar sejak 23 April hingga 26 April itu.

"Kita minta para orang tua agar anaknya diberikan pembinaan jangan mudah termakan isu bocoran soal," jelasnya.



Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(rvk/ahy)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 21/07/2014 12:41 WIB
    Wamenhub: Jembatan Comal Bikin Jalur Darat Lebih Kompleks, Ada 3 Alternatif
    Gb Jembatan Comal, Pemalang, Jateng, yang ambles pada Jumat (18/7) malam lalu membuat mudik via jalur darat lebih kompleks. Memang Kementerian PU mengebut pengerjaan jembatan itu. Namun di satu sisi harus menunggu kelayakannya. Ada 3 alternatif jalur mudik menghindari Jembatan Comal.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%