Senin, 23/04/2012 00:02 WIB

3 TKI Asal Lombok Diduga Jadi Korban Perdagangan Organ Tubuh di Malaysia

Rivki - detikNews
Hasan Alhabshy/detikcom
Jakarta - Tiga orang TKI asal Lombok Timur dipulangkan ke tanah air dalam kondisi meninggal dunia dari Malaysia. LSM Migrant Care menduga tiga TKI tersebut adalah korban penjualan organ tubuh dan akan melaporkan temuan tersebut itu ke Kementerian Luar Negeri (Kemlu).

"Tiga orang itu ialah Herman, Abdul Kadir Jaelani dan Mad Noon. Mereka warga Desa Pringgasala, Lombok Timur, NTB," tulis Direktur Eksekutif Migrant CARE, Anis Hidayah, dalam siaran persnya yang diterima detikcom, Minggu (22/4/2012).

Menurutnya, dugaan tersebut muncul karena ada jahitan yang tidak wajar dalam ketiga tubuh jasad TKI itu. Jahitan itu terdapat di kedua mata, dada dan perut bagian bawah.

"Dugaan tersebut muncul dari pihak keluarga ketika dalam tubuh ketiga jenazah tersebut ditemukan jahitan tidak wajar," terang Anis.

Ketiga jenazah pria itu dipulangkan ke tanah air pada tanggal 5 April 2012 lalu. Untuk itu, Migrant Care dan keluarga korban akan melaporkan kejadian tersebut kepada pihak Kemlu, Senin (23/4) besok.

"Kita akan melaporkan ke Direktorat perlindungan WNI & BHI Kemlu untuk meminta penjelasan sekaligus pertanggung jawaban atas kasus tersebut," jelasnya.


(rvk/ahy)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    100%
    Kontra
    0%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel