Detik.com News
Detik.com

Minggu, 22/04/2012 18:25 WIB

Hotel Dafam Semarang Minta Polisi Konsisten Razia Geng Motor

Nala Edwin - detikNews
 Hotel Dafam Semarang Minta Polisi Konsisten Razia Geng Motor Korban geng motor/Angling-detikcom
Semarang - Hotel Dafam Semarang terkena dampak pertikaian antar geng motor. Pengelola hotel meminta polisi konsisten mengadakan razia terhadap geng motor yang berperilaku tidak pada umumnya dan sangat meresahkan masyarakat.

"Benar telah terjadi kerusuhan antar geng motor di Jalan Imam Bonjol yang tepat di depan Hotel Dafam Semarang," kata Namira Fanessa, Public Relations Executive Hotel Dafam Semarang, dalam penjelasan tertulis kepada detikcom, Minggu (22/4/2012).

Setelah internal hotel menyelidiki, kejadian tersebut tidak ada hubungan dengan pihak hotel melainkan ada problem internal di antara dua geng motor yang rusuh dan berdampak pada pengerusakan di lingkungan sekitarnya termasuk pos dan portal parkir di Hotel Dafam.

"Tim security kami mengamankan pos dan portal parkir seperti biasanya aktivitas penjagaan dilakukan, pada saat kejadian tim security memperketat penjagaan dan berkoordinasi dengan Manager On Duty (MOD) yang malam itu langsung turun tangan untuk mengamankan internal Hotel sehingga tetap aman dan terkendali," bebernya.

Namira menuturkan, pengamanan di Hotel Dafam Semarang sudah sesuai dengan standarisasi keamanan. "Semoga dengan adanya kejadian ini pihak aparat dapat memperketat pengamanan jalan-jalan utama dan protokoler di Kota Semarang serta konsisten mengadakan razia terhadap geng motor yang berperilaku tidak pada umumnya dan sangat meresahkan masyarakat," harapnya.

Pertikaian antar geng motor terjadi setelah kedua geng mengadakan balap liar pukul 02.00 WIB. Eka Chandra, warga Ketileng, Semarang, menjadi korban pembacokan saat dirinya dan teman-temannya bersitegang dengan pelaku yang menjadi lawannya dalam balap liar. Eka bersembunyi di Hotel Dafam, lalu lawannya mengejarnya. Akibatnya sejumlah perlengkapan parkir hotel rusak.


(nrl/nrl)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 22/05/2015 20:11 WIB
    Andrinof Chaniago: Reshuffle, Kami Tak Peduli
    Andrinof Chaniago: Reshuffle, Kami Tak Peduli Ada yang menilai kurang moncernya kinerja tim ekonomi saat ini tak lepas dari kurang optimalnya peran Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Andrinof Chaniago. Kepala Bappenas itu juga dituding banyak memangkas program-program unggulan Presiden Joko Widodo yang tertuang dalam Nawa Cita.
ProKontra Index »

Ayah Pemerkosa Putri Kandung dan Bunuh 4 Anaknya Layak Dihukum Mati!

Sadriansyah, warga Sungai Kunjang, Samarinda, Kaltim tega memperkosa putri kandungnya dan membunuh 4 anak-anak sendiri saat masih kecil. Anggota Komisi VIII DPR Maman Imanulhaq berpendapat, Sadriansyah pantas dihukum mati karena menjadi ayah yang biadab. Bila Anda setuju bahwa hukuman yang setimpal bagi Sadriansyah adalah hukuman mati, pilih Pro!
Pro
91%
Kontra
9%