detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Sabtu, 19/04/2014 12:32 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Jumat, 20/04/2012 19:56 WIB

Mendikbud: Pada Dasarnya yang Suka Tawuran Anak Baik, Butuh Perhatian

E Mei Amelia R - detikNews
Halaman 1 dari 2
Jakarta - Aksi tawuran pelajar di Jakarta sudah mengkhawatirkan. Para pelajar semakin berani melakukan tindak kriminal dalam tawuran tersebut. Mendikbud Muhammad Nuh pun menyatakan keprihatinannya akan aksi tawuran yang kian marak.

"Kita semua prihatin, oleh karena itu kita ajak dialog. Mereka nangis, ciumi kaki ibu-bapaknya, artinya pada dasarnya mereka anak baik," kata M Nuh kepada wartawan usai berdialog dengan para orangtua & siswa di Mapolda Metro Jaya, Jl Sudirman Jumat (20/4/2012).

Dalam kesempatan dialog tersebut, sejumlah siswa yang ditahan di kantor polisi akibat ikut tawuran dihadirkan bersama para orangtua.

M Nuh mengatakan, pada prinsipnya para pelajar yang terlibat tawuran adalah anak baik. Namun, lingkungan dan pergaulan lah yang menyebabkan para siswa tersebut melakukan aksi tawuran.

"Jadi, satu kita semua punya prinsip adik-adik kita itu anak-anak baik, tapi dalam perjalanan selalu saja entah ikut atau lingkungan sehingga terjebak dalam tawuran dan kriminal, bawa sajam," jelasnya.

Ia melanjutkan, sudah menjadi kewajiban para orang tua dalam membina anak-anaknya. "Pertama, keluarga harus berikan perhatian lebih," katanya.

Pihak sekolah juga, katanya, harus berperan aktif memberikan pembinaan terhadap para siswanya. "Sekolah tidak cukup mengajar, tetapi berikan sentuhan hati, diajak dialog dari hati ke hati. Kalau ada anak yang nakal," katanya.Next

Halaman 1 2

Ikuti berbagai berita menarik yang terjadi hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(mei/ndr)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
81%
Kontra
19%