detikcom
Jumat, 20/04/2012 17:31 WIB

Bangkai Roket AS Jatuh di Samudera Pasifik, Warga RI Diimbau Tak Menyentuh

Nurvita Indarini - detikNews
Lintasan Atlas Centaur/Lapan
Jakarta - Bangkai roket Atlas Centaur dengan nomor katalog 16102 milik Amerika Serikat yang menjadi sampah antariksa telah jatuh ke Bumi. Setelah sempat melintasi Indonesia, puing roket tersebut jatuh di Samudera Pasifik.

"Dephan Amerika Serikat telah mengkonfirmasi bahwa bekas roket Atlas Centaur jatuh (mengalami atmospheric reentry) di Samudera Pasifik pagi tadi sekitar pukul 08.23 WIB." Demikian diinformasikan oleh Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) melalui situsnya, Jumat (20/4/2012).

Lintasan terakhir bangkai roket tersebut melewati Bengkulu, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Timur. Karena itu ada kemungkinan pula puing roket yang jatuh di sekitar kawasan tersebut.

"Masyarakat yang menemukan benda ini (atau indikasinya seperti ledakan di udara) di daerah tersebut harap segera menghubungi kepolisian terdekat yang selanjutnya dapat menghubungi instansi terkait termasuk Lapan dan Bapeten. Jangan menyentuh benda secara langsung," demikian imbauan Lapan.

Menurut Profesor Riset Astronomi Astrofisika Lapan, Thomas Djamaluddin, ukuran bangkai roket ini adalah 2,5 x 7 meter. Roket ini pertama diluncurkan pada 1985 lalu. Nah umumnya, pada umumnya suatu benda dikatakan jatuh jika ketinggiannya mencapai 122 km.

"Wilayah yang dilintasi itu 22 derajat lintang utara dan 22 derajat lintang selatan. Di sekitar itu kan laut sehingga potensi jatuhnya di laut," terang alumnus Universitas Kyoto, Jepang, ini, kemarin.

Jatuhnya Atlas Centaur bukan peristiwa pertama jatuhnya sampah antariksa ke Bumi. Misalnya saja pada 24 September 2011 lalu, bangkai Upper Atmospheric Research Satellite (UARS) jatuh ke Bumi.

Satelit Roentgen atau ROSAT berusia 21 tahun milik Jerman memasuki atmosfer Bumi pada Minggu 23 Oktober 2011. Sedangkan Sputnik 2 jatuh ke Bumi pada 1958. Benda ini terbakar habis saat masuk kembali ke bumi. Peristiwa masuknya Sputnik 2 kembali ke Bumi dapat dilihat banyak orang lantaran meninggalkan jejak bunga api berwarna cerah di belakangnya.

Sampah antariksa berupa satelit atau roket, umumnya jatuh tak terkendali saat masuk ke Bumi. Namun peluang mengenai manusia atau properti sangat sedikit.

(vit/nrl)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    46%
    Kontra
    54%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel