detikcom

Jumat, 20/04/2012 09:20 WIB

Cabuli Bocah, Pria Berumur 48 Tahun Dipenjara di Singapura

Novi Christiastuti Adiputri - detikNews
Ilustrasi
Singapura, - Seorang pelayan kedai kopi di Singapura dijatuhi hukuman 11 bulan penjara oleh pengadilan. Pria berusia 48 tahun ini mencabuli seorang anak perempuan berusia 7 tahun yang tengah asik bersepeda.

Seperti dilansir oleh Channel News Asia, Jumat (20/4/2012), pria yang tidak disebutkan identitasnya tersebut datang mendekati seorang gadis kecil yang tengah asik bersepeda. Saat kejadian, bocah ini hanya memakai pakaian dalamnya.

Pria itu lantas menarik dan menciumi pergelangan tangan gadis kecil tersebut. Kemudian dia menarik celana dalam anak tersebut.

Pasca insiden tersebut, si bocah langsung memberitahu neneknya di rumah. Keluarga gadis kecil tersebut kemudian melapor ke polisi dan si pria tersebut akhirnya ditangkap.

Saat proses persidangan berjalan, terungkap bahwa si pria sudah pernah terjerat hukum dalam kasus serupa pada tahun 2008 silam. Saat itu, dia dihukum 10 bulan penjara oleh pengadilan.

Karena mengulangi perbuatan yang sama, pria ini sebenarnya terancam hukuman yang lebih berat. Jika perbuatan yang sama kembali terulang lagi di masa depan, dia terancam hukuman maksimum 5 tahun penjara, hukuman denda dan hukuman cambuk.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(nvc/ita)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Biarkan Ahok Pilih Pendampingnya Pimpin DKI

Siapa bakal pendamping Plt Gubernur DKI Ahok? Masih menjadi pro kontra antara parpol di DPRD DKI dan Kemendagri. Kemendagri memastikan Plt Gubernur DKI Basuki T Purnama atau Ahok menjadi Gubernur menggantikan Joko Widodo. Setelah diberhentikan sebagai Wagub dan Plt Gubernur dan diangkat menjadi Gubernur, Ahok bisa memilih dua orang untuk menjadi wakilnya. Bila Anda setuju dengan Kemendagri, pilih Pro!
Pro
76%
Kontra
24%