detikcom
Jumat, 20/04/2012 06:13 WIB

Gedung DPR Akan Dilengkapi Ruang Khusus Merokok

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Foto: detikcom
Jakarta - Sekjen DPR Nining Indrasaleh merespon keinginan Badan Kehormatan (BK) DPR agar dibangun ruang khusus merokok di komplek DPR. Sekjen akan membangun ruangan tersebut setelah berkoordinasi dengan BURT terlebih dahulu.

"Kita akan koordinasikan, kita akan bicarakan dan pelajari aturan teknisnya bagaimana. Nanti kita akan laporkan ke BURT ," kata Nining kepada detikcom, Jumat (20/4/2012).

Menurut Nining realisasi ruangan khusus merokok memerlukan waktu. Jadi apabila anggota DPR ataupun pegawai di lingkungan DPR hendak merokok, dipersilakan di depan Gedung Nusatara II DPR.

"Untuk sementara bisa menggunakan ruang terbuka di Nusantara II apabila ingin merokok,"kata Nining.

Badan Kehormatan (BK) DPR meminta Sekretariat Jenderal (Setjen) DPR menyediakan ruangan khusus merokok bagi anggota dewan. Dengan ruang khusus, anggota DPR tidak lagi merokok di sembarang tempat karena alasan tidak adanya ruang merokok tersebut.

"BK meminta Setjen segera menyiapkan ruang khusus merokok. Agar kebiasan merokok anggota DPR tidak mengganggu kesehatan orang lain," kata Ketua BK DPR M Prakosa, Kamis (19/4/2012).

Menurut Prakosa, merokok di ruang komisi ataupun ruang rapat di DPR merupakan pelanggaran tata tertib. Karenanya bila ditemukan anggota dewan melakukan pelanggaran, BK akan memberikan sanksi.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(van/edo)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Harga BBM Harus Naik

Terbatasanya kuota BBM bersubsidi berimbas pada langkanya BBM di sejumlah SPBU plus antrean panjang kendaraan. Presiden terpilih Jokowi mengusulkan pada Presiden SBY agar harga BBM dinaikkan. Jokowi mengatakan subsidi BBM itu harus dialihkan pada usaha produktif, ditampung di desa, UMKM, nelayan. Menurutnya anggaran subsidi jangan sampai untuk hal-hal konsumtif seperti mobil-mobil pribadi. Bila Anda setuju dengan Jokowi bahwa harga BBM harus naik, pilih Pro!
Pro
43%
Kontra
57%