Kamis, 19/04/2012 15:39 WIB

Bangkai Roket AS Lintasi RI Malam Nanti, Bakal Hantam Bumi Jumat

Nurvita Indarini - detikNews
Lintasan pemukaan Atlas Centaur/Lapan
Jakarta - Bangkai roket Atlas Centaur dengan nomor katalog 16102 milik Amerika Serikat telah menjadi sampah antariksa. Nah, bangkai roket ini diperkirakan akan menghantam Bumi pada 20 April besok.

"Bekas roket peluncur satelit milik AS diperkirakan akan jatuh besok," ujar Profesor Riset Astronomi Astrofisika Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Thomas Djamaluddin, dalam perbincangan dengan detikcom, Kamis (19/4/2012).

Roket ini pertama diluncurkan pada 1985 lalu. Meski diperkirakan jatuh besok, namun rentang ketidakpastiannya adalah sekitar 15 jam.

"LAPAN akan memantau benda ini hingga jatuh ke permukaan Bumi karena kemiringan orbitnya kecil, yakni 22 derajat," imbuh Djamaluddin.

Menurut dia ukuran bangkai roket ini adalah 2,5 x 7 meter. Lapan akan terus memantau untuk mengantisipasi adanya serpihan yang berpotensi jatuh di wilayah Indonesia.

"Wilayah yang dilintasi itu 22 derajat lintang utara dan 22 derajat lintang selatan. Di sekitar itu kan laut sehingga potensi jatuhnya di laut," terang alumnus Universitas Kyoto, Jepang, ini.

Dia menjelaskan bangkai roket akan melintasi Afrika bagian tengah, India, Asia Tenggara, sebagian Australia dan Amerika Selatan. Saat ini ketinggian roket sekitar 130 km. Umumnya, pada umumnya suatu benda dikatakan jatuh jika ketinggiannya mencapai 122 km.

Nanti malam sekitar pukul 19.24 WIB diperkirakan melintas dari arah barat laut ke tenggara di atas wilayah Sulawesi Tenggara, Maluku dan Papua pada ketinggian 568 km. Pukul 20.56 WIB diperkirakan melintas dari arah barat laut ke tenggara di atas wilayah Sumatera dan Nusa Tenggara pada ketinggian 558 km.

Keesokan harinya, 20 April 2012 pukul 05.08 WIB melintas dari arah barat daya ke timur laut di atas wilayah Papua pada ketinggian 135 km. Lalu pukul 06.45 WIB melintas dari arah barat daya ke timur laut di atas wilayah Jawa, Sulawesi, Maluku, Papua pada ketinggian 110 km.

Jatuhnya Atlas Centaur bukan peristiwa pertama jatuhnya sampah antariksa ke Bumi. Misalnya saja pada 24 September 2011 lalu, bangkai Upper Atmospheric Research Satellite (UARS) jatuh ke Bumi.

Satelit Roentgen atau ROSAT berusia 21 tahun milik Jerman memasuki atmosfer Bumi pada Minggu 23 Oktober 2011. Sedangkan Sputnik 2 jatuh ke Bumi pada 1958. Benda ini terbakar habis saat masuk kembali ke bumi. Peristiwa masuknya Sputnik 2 kembali ke Bumi dapat dilihat banyak orang lantaran meninggalkan jejak bunga api berwarna cerah di belakangnya.

Sampah antariksa berupa satelit atau roket, umumnya jatuh tak terkendali saat masuk ke Bumi. Namun peluang mengenai manusia atau properti sangat kecil.



Per-1 Juni, PT.KAI Commuter Jabodetabek berlakukan tarif progresif. Selengkapnya di "Reportase Malam", pukul 02.52 WIB, hanya di Trans TV.

(vit/nwk)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
      Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
      Gb Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    61%
    Kontra
    39%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel