Kamis, 19/04/2012 14:18 WIB
Lukisan tua yang dijarah Nazi dikembalikan kepada pemiliknya
Sebuah lukisan berusia 474 tahun yang dijarah oleh Nazi saat Perang Dunia II telah dikembalikan kepada ahli warisnya, seorang Yahudi Italia yang tinggal di Paris, Perancis.
Lukisan berjudul Christ Carrying the Cross Dragged By A Rascal, karya pelukis Girolamo de Romani, merupakan salah-satu dari 70 lukisan milik Frederico Gentili di Giuseppe, yang dicuri dari ruang koleksinya di Paris, saat Nazi-Jerman menguasai Perancis.
Setahun setelah Gentili meninggal pada 1940, lukisan karya Girolamo yang kemungkinan besar dikerjakan pada 1538, dijual oleh otoritas yang berkuasa di Perancis saat itu.
Ketika itu, anak-anak dan cucu Gentili telah meninggalkan Perancis.
Sekian tahun kemudian, tepatnya pada 1997, keluarga besar Gentili mulai berupaya untuk melakukan upaya hukum agar lukisan-lukisan yang dijarah itu dapat mereka miliki kembali.
Hal ini dilakukan setelah mereka mengetahui bahwa lukisan tersebut menjadi koleksi Musium Pinacoteca di Milan, Italia.
Belakangan lukisan ini, bersama 50 lukisan lainnya, dipinjamkan kepada sebuah musium di Tallahassee, Florida, AS, untuk dipamerkan.
Orang itu kemudian melaporkan kepada pihak Interpol, yang kemudian ditindaklanjuti oleh pihak otoritas AS dengan menyita lukisan karya perupa Girolamo itu.
"Berkat upaya yang tak kenal lelah, kita akhirnya mampu mengembalikan lukisan itu kepada pemiliknya yang sah, setelah selama sekitar 70 tahun diklaim oleh pihak lain," kata Susan McCormick, penyidik AS, kepada wartawan.
"Dan, 70 tahun itu waktu yang lama," kata McCormick. " Tapi, yang pasti, tidak ada kata terlambat untuk akhirnya mampu mengembalikannya kepada pemiliknya".
Keberhasilan keluarga Gentili mendapatkan kembali koleksi lukisannya ini bukanlah yang pertama. Sebelumnya, mereka berhasil memilki kembali sedikitinya lima lukisan yang telah dikoleksi oleh Musium Louvre, Paris.
Selama Perang Dunia II, ribuan lukisan bernilai seni dan bersejarah telah dijarah oleh Nazi dari para kolektornya yang kebanyakan adalah kaum Yahudi.
Sejak 2007 lalu, pejabat otoritas di AS telah mengembalikan hampir 2.500 lukisan kepada pemilik sahnya di 23 negara.
Keluarga besar Gentili, yang telah mendapatkan kembali lukisan bersejarah itu, berencana untuk menjualnya.
"Untuk membagi kue, barangkali lebih mudah untuk memotong-motong dan membaginya menjadi enam. Tetapi untuk sebuah lukisan, tentu itu sulit," kata sala-seorang ahli waris Gentili, Lionel Saleem, kepada kantor berita Reuters, menjelaskan alasan penjualan lukisan tersebut.
(bbc/bbc)
Lukisan berjudul Christ Carrying the Cross Dragged By A Rascal, karya pelukis Girolamo de Romani, merupakan salah-satu dari 70 lukisan milik Frederico Gentili di Giuseppe, yang dicuri dari ruang koleksinya di Paris, saat Nazi-Jerman menguasai Perancis.
Setahun setelah Gentili meninggal pada 1940, lukisan karya Girolamo yang kemungkinan besar dikerjakan pada 1538, dijual oleh otoritas yang berkuasa di Perancis saat itu.
Ketika itu, anak-anak dan cucu Gentili telah meninggalkan Perancis.
Sekian tahun kemudian, tepatnya pada 1997, keluarga besar Gentili mulai berupaya untuk melakukan upaya hukum agar lukisan-lukisan yang dijarah itu dapat mereka miliki kembali.
Hal ini dilakukan setelah mereka mengetahui bahwa lukisan tersebut menjadi koleksi Musium Pinacoteca di Milan, Italia.
Belakangan lukisan ini, bersama 50 lukisan lainnya, dipinjamkan kepada sebuah musium di Tallahassee, Florida, AS, untuk dipamerkan.
Akhirnya dijual
Rupanya, saat lukisan itu dipamerkan, seorang kurator seni di rumah lelang Christie mengetahui ada lukisan yang selama ini dicari oleh keluarga mendiang Gentili.Orang itu kemudian melaporkan kepada pihak Interpol, yang kemudian ditindaklanjuti oleh pihak otoritas AS dengan menyita lukisan karya perupa Girolamo itu.
"Berkat upaya yang tak kenal lelah, kita akhirnya mampu mengembalikan lukisan itu kepada pemiliknya yang sah, setelah selama sekitar 70 tahun diklaim oleh pihak lain," kata Susan McCormick, penyidik AS, kepada wartawan.
"Dan, 70 tahun itu waktu yang lama," kata McCormick. " Tapi, yang pasti, tidak ada kata terlambat untuk akhirnya mampu mengembalikannya kepada pemiliknya".
Keberhasilan keluarga Gentili mendapatkan kembali koleksi lukisannya ini bukanlah yang pertama. Sebelumnya, mereka berhasil memilki kembali sedikitinya lima lukisan yang telah dikoleksi oleh Musium Louvre, Paris.
Selama Perang Dunia II, ribuan lukisan bernilai seni dan bersejarah telah dijarah oleh Nazi dari para kolektornya yang kebanyakan adalah kaum Yahudi.
Sejak 2007 lalu, pejabat otoritas di AS telah mengembalikan hampir 2.500 lukisan kepada pemilik sahnya di 23 negara.
Keluarga besar Gentili, yang telah mendapatkan kembali lukisan bersejarah itu, berencana untuk menjualnya.
"Untuk membagi kue, barangkali lebih mudah untuk memotong-motong dan membaginya menjadi enam. Tetapi untuk sebuah lukisan, tentu itu sulit," kata sala-seorang ahli waris Gentili, Lionel Saleem, kepada kantor berita Reuters, menjelaskan alasan penjualan lukisan tersebut.
(bbc/bbc)
Berita Terbaru
Indeks Berita ยป
-
Selasa, 18/06/2013 20:10 WIB
Puluhan Demonstran Turki Ditahan di Tengah Aksi Diam
-
Selasa, 18/06/2013 19:40 WIB
Polusi Udara Dapat Akibatkan Autisme
-
Selasa, 18/06/2013 19:12 WIB
Popo, pelukis mural pengkritik sosial
-
Selasa, 18/06/2013 17:52 WIB
Drama Inggris dengan pemeran remaja
-
Selasa, 18/06/2013 17:09 WIB
Afghanistan Ambil Alih Operasi Tempur dari NATO
-
Rabu, 19/06/2013 08:22 WIB
Kalah di Parlemen, PDIP Gelar Aksi Tolak Kenaikan Harga BBM Hari Ini
-
Rabu, 19/06/2013 06:27 WIB
Pertama di Indonesia! Pemakai Diampuni karena Ungkap Mafia Narkoba
-
Rabu, 19/06/2013 07:49 WIB
Kapolres: Bagasi Rusak di Bandara, Laporkan ke Polisi
-
Rabu, 19/06/2013 08:48 WIB
Polda Ingatkan Demo Mahasiswa Tidak Ganggu Aktivitas Warga
-
Rabu, 19/06/2013 07:57 WIB
Ini Rangkaian Acara HUT DKI ke-486
-
Rabu, 19/06/2013 06:16 WIB
Harga BBM Naik, Tarif Angkutan DKI Diusulkan Naik 30 %
-
Rabu, 19/06/2013 07:26 WIB
Golkar Dukung Apapun Sikap SBY Soal Nasib Menteri PKS
-
Rabu, 19/06/2013 09:03 WIB
"Si Pitung" Kali Pesanggrahan: Jokowi Harus Belajar Sama Gua
-
426 Komentar
-
358 Komentar
-
291 Komentar
-
258 Komentar
-
227 Komentar
-
209 Komentar
-
197 Komentar
-
195 Komentar
-
Senin, 17/06/2013 18:39 WIB
Dirjen KA Tundjung Inderawan Bicara Mental Penumpang dan Seramnya MRT Subway
Seraya membangun infrastruktur seperti stasiun dan rel kereta api, Kemenhub juga mengkhawatirkan mental penumpang kereta yang belum tertib. Apalagi, teknologi maju kereta bawah tanah bakal dibangun di Jakarta. Kekhawatiran timbul bila perilaku penumpang KA masih timpang dengan teknologi transportasi.
ProKontra
Index »
Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019
Pro
Kontra
MustRead
close
-
Rabu, 19/06/2013 03:43 WIB
Komnas HAM Umumkan Hasil Investigasi Kasus Cebongan Hari Ini
-
Rabu, 19/06/2013 02:40 WIB
Siap-siap! Hari Ini Air PAM di Depok Bakal Mati 4 Jam
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer

.gif)
Mudik selalu dirindukan bagi setiap perantau. Tak terkecuali bagi Dirjen Perhubungan Darat Soeroyo Alimoeso. Beliau curhat tentang dirinya yang tidak pernah mudik dan susahnya mengatur pemudik.
Giatnya Pemerintah memperjuangkan munculnya regulasi (Peraturan Menteri Perindustrian) tentang Low Cost and Green Car (LCGC) bersama-sama DPR-RI membuktikan bahwa Pemerintah sekarang tidak pro angkutan umum.
