detikcom
g"> 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
    Kamis, 19/04/2012 12:04 WIB

    Kena Stroke, Istri Pertama Sudomo Tak Hadiri Pemakaman

    Sukma Indah Permana - detikNews
    Jakarta - Istri pertama Sudomo, Fransisca Piay, tidak bisa menghadiri pemakaman suaminya. Fransisca mengidap stroke sehingga tidak memungkinkan dirinya untuk datang ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata.

    "Kalau Mama hari ini nggak bisa datang karena stroke," kata putri ketiga Sudomo, Martini Yuanita Ampera Putri, usai pemakamanan ayahnya di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan, Kamis (19/4/2012).

    Fransisca Piay dinikahi Sudomo pada 1961. Dari pernikahan ini, Sudomo dikaruniai empat orang anak. Mereka adalah Biakto Trikora Putra, Prihatina Dwikora Putri, Martini Yuanita Ampera Putri, dan Meidyawati Banjarina Pelita Putri. Yang unik, keempat anaknya tersebut diberi nama berdasarkan momentum politik yang mengemuka saat itu, yang Sudomo juga terlibat di dalamnya. Anak Sudomo tak ada yang mengikuti jejaknya sebagai tentara.

    Pernikahan dengan Sisca Piay bertahan 19 tahun. Pada 1980, mereka bercerai. Setelah itu Sudomo menduda selama 10 tahun, sebelum menikah lagi.

    Pemakaman Sudomo diselimuti rasa haru. Tampak anak kedua Sudomo, Prihatina Dwikora Putri, yang terpukul atas kepergian ayahnya. Mata Tina selalu berkaca-kaca. Saat jenazah dimasukkan ke liang lahat, tubuh Tina lemas sehingga dipapah oleh seorang anaknya.



    Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

    (gus/nrl)


    Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

    Sponsored Link

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Berita Terbaru Indeks Berita ยป
    ProKontra Index »

    Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

    Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
    Pro
    84%
    Kontra
    16%
    MustRead close