Kamis, 19/04/2012 12:04 WIB

Kena Stroke, Istri Pertama Sudomo Tak Hadiri Pemakaman

Sukma Indah Permana - detikNews
Jakarta - Istri pertama Sudomo, Fransisca Piay, tidak bisa menghadiri pemakaman suaminya. Fransisca mengidap stroke sehingga tidak memungkinkan dirinya untuk datang ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata.

"Kalau Mama hari ini nggak bisa datang karena stroke," kata putri ketiga Sudomo, Martini Yuanita Ampera Putri, usai pemakamanan ayahnya di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan, Kamis (19/4/2012).

Fransisca Piay dinikahi Sudomo pada 1961. Dari pernikahan ini, Sudomo dikaruniai empat orang anak. Mereka adalah Biakto Trikora Putra, Prihatina Dwikora Putri, Martini Yuanita Ampera Putri, dan Meidyawati Banjarina Pelita Putri. Yang unik, keempat anaknya tersebut diberi nama berdasarkan momentum politik yang mengemuka saat itu, yang Sudomo juga terlibat di dalamnya. Anak Sudomo tak ada yang mengikuti jejaknya sebagai tentara.

Pernikahan dengan Sisca Piay bertahan 19 tahun. Pada 1980, mereka bercerai. Setelah itu Sudomo menduda selama 10 tahun, sebelum menikah lagi.

Pemakaman Sudomo diselimuti rasa haru. Tampak anak kedua Sudomo, Prihatina Dwikora Putri, yang terpukul atas kepergian ayahnya. Mata Tina selalu berkaca-kaca. Saat jenazah dimasukkan ke liang lahat, tubuh Tina lemas sehingga dipapah oleh seorang anaknya.



Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(gus/nrl)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%