detikcom
Kamis, 19/04/2012 07:54 WIB

Bismar Siregar Masih Kritis, Keluarga Sudah Ikhlas

Rachmadin Ismail - detikNews
Jakarta - Mantan hakim agung Bismar Siregar pagi ini kondisinya masih kritis. Meski begitu, pihak keluarga sudah ikhlas menghadapi semua kemungkinan yang terjadi pada tokoh hukum tersebut.

"Kita sudah nggak ada lagi perawatan khusus, keluarga sudah ikhlas," kata Kemal, putra Bismar, saat dihubungi detikcom pukul 07.45 WIB, Kamis (19/4/2012).

Saat ini, Bismar masih dirawat di ruang ICU RS Fatmawati, Jakarta Selatan. Seluruh keluarga sudah berkumpul untuk mendoakan yang terbaik pada pria yang dikenal dengan suara lembutnya itu.

"Sekarang memang masih kritis. Kalau emang waktunya nggak usah ditunda-tunda, kita ikhlas," sambungnya.

Bismar Siregar lahir di Sipirok, Sumatera Utara, 15 September 1928. Selama hidupnya, Bismar mengabdikan dirinya sebagai jaksa dan hakim. Setelah pensiun, Bismar dikenal sebagai tokoh yang memberikan petuah-petuah yang bijak.

Bismar yang lulus dari Fakultas Hukum UI pada 1956 melanjutkan pendidikannya di bidding hokum di National College of the State Judiciary, Reno, AS (1973), American Academy of Judicial Education, Tescaloosa, AS (1973), dan Academy of American and International Law, Dallas, AS (1980).

Dia mengawali karirnya di bidang hukum sebagai jaksa di Kejari Palembang. Setelah itu, Bismar menjadi hakim di berbagai pengadilan negeri di Indonesia. Karirnya terus berkibar. Jabatan terakhirnya adalah hakim agung di Mahkamah Agung (MA) pada 1984-1995.



Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(mad/mei)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Harga BBM Harus Naik

Terbatasanya kuota BBM bersubsidi berimbas pada langkanya BBM di sejumlah SPBU plus antrean panjang kendaraan. Presiden terpilih Jokowi mengusulkan pada Presiden SBY agar harga BBM dinaikkan. Jokowi mengatakan subsidi BBM itu harus dialihkan pada usaha produktif, ditampung di desa, UMKM, nelayan. Menurutnya anggaran subsidi jangan sampai untuk hal-hal konsumtif seperti mobil-mobil pribadi. Bila Anda setuju dengan Jokowi bahwa harga BBM harus naik, pilih Pro!
Pro
46%
Kontra
54%