detikcom

Kamis, 19/04/2012 01:08 WIB

Sempat Dibui Karena Tuduhan Pembunuhan di Arab Saudi, Yanti Akhirnya Bebas

Rachmadin Ismail - detikNews
Jeddah - Fitra Yanti, TKI asal Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, dituding membunuh majikannya di Arab Saudi. Namun setelah menjalani proses pengadilan, Fitra akhirnya dinyatakan tak bersalah dan bebas.

Kabar bahagia ini disampaikan oleh Konsulat Jenderal RI di Jeddah, Arab Saudi, Kamis (19/4/2012) dinihari. Rencananya, Fitra akan terbang ke Indonesia menggunakan Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA-981 hari ini.

"Fitra Yanti sempat mendekam di penjara Yanbu selama hampir tiga bulan sebelum dibebaskan dengan bantuan KJRI Jeddah," demikian bunyi siaran pers KJRI Jeddah.

Kasus tersebut diketahui KJRI pada bulan Februari 2012 dari Kemenlu Arab Saudi melalui KBRI Riyadh. Disebutkan bahwa WNI a.n. Fitra Yanti ditahan di Penjara Yanbu sejak tanggal 20 Desember 2011 karena kasus pembunuhan.

Setelah mengunjungi Fitra Yanti di penjara, KJRI pada 5 Maret 2012 mendatangi Kepala Badan Investigasi dan Penuntut Umum Yanbu, dan diperoleh penjelasan bahwa tidak ditemukan cukup bukti atas dakwaan pembunuhan tersebut. Fitra Yanti mengaku tidak membunuh anak laki-laki majikannya yang berusia 4 tahun tersebut. Menurutnya, anak itu tewas karena tenggelam di kolam renang.

KJRI kemudian diminta menjadi penjamin agar Fitra Yanti dapat dikeluarkan dari penjara dengan syarat KJRI harus mampu menghadirkannya sewaktu-waktu diperlukan hingga kasusnya selesai. Dengan surat jaminan tersebut, pada tanggal 12 Maret 2012 Fitra Yanti berhasil dibebaskan dari penjara Yanbu dan dibawa ke shelter KJRI di
Jeddah.

Pada tanggal 13 Maret 2012, Badan Investigasi dan Penuntut Umum Yanbu menyampaikan bahwa majikan Fitra Yanti yang bernama Abdullah Ied Al-Qobsani, telah mencabut tuntutannya dan kasus dinyatakan selesai.

Fitra Yanti Bt Ali Mali, lahir di Sumbawa, 26 Mei 1987, berasal dari Ds. Selante, Rt 002/ 004 Kec. Plampang, Kab. Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Ia memegang paspor No. AP 889645 (diterbitkan tgl. 13 Mei 2011) dan diberangkatkan pada tanggal 5 Juni 2011 oleh PT. Duta Putra Kahuripan.



Ikuti berbagai berita menarik yang terjadi hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(mad/mei)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
78%
Kontra
22%