detikcom
Rabu, 18/04/2012 14:47 WIB

Polri Siapkan 'Geng' Patra Lawan Geng Motor

Muhammad Taufiqqurahman - detikNews
Jakarta - Mabes Polri tidak tinggal diam melihat aksi keganasan geng motor yang brutal. Nah, menghadapi ini, Polri pun menyiapkan pula 'geng' motor. Yang ini bukan sembarang 'geng' motor. Mereka adalah anggota Brimob yang terlatih menggunakan motor.

"Kita punya Patra, kelompok motor juga tapi bukan geng motor. Kelompok motornya Brimob untuk patroli dalam jumlah besar sehingga kita bisa menghalau dan membubarkan kalau dia melakukan kegiatan-kegiatan pelanggaran," jelas Kabareskrim Mabes Polri Komjen Pol Sutarman di Kantor Wapres, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (18/4/2012).

Sutarman menjelaskan, 'geng' Patra itu akan melakukan patroli dalam jumlah besar termasuk patroli bersama antar seluruh komponen TNI dan Polri. Pelibatan TNI ini bukan tanpa alasan, khawatir bila ada oknum TNI yang terlibat.

"Jadi karena TNI kan tunduk pada hukum militer, jadi kita harus bersama-sama dengan Pom TNI untuk melakukan patroli. Kalau kita menemukan anggota TNI kita serahkan kepada sana. Polri tak punya kewenangan untuk menangkap anggota TNI karena dia tunduk pada hukum militer," terang Sutarman.

Sutarman menjelaskan, geng motor merupakan fenomena yang terjadi di lingkungan masyarakat. Jadi, lanjut Sutarman, kalau mereka berserikat tidak melakukan kejahatan, tentu itu diharapkan bermanfaat bagi lingkungan dan tak akan menimbulkan protes.

"Tapi kalau itu melanggar aturan dan ketentuan ya kita harus tegakkan hukum itu dan kita arahkan komunitas itu trmasuk komunitas geng motor supaya aktivitasnya positif, tidak negatif," tuturnya.

(ndr/nrl)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    46%
    Kontra
    54%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel