detikcom
Selasa, 17/04/2012 20:28 WIB

Polda Jabar: Penangkapan Atas Awak Sumedang Ekspress Tidak Tepat

Baban Gandapurnama - detikNews
Bandung - Polda Jabar memastikan bahwa tindakan penangkapan pada awak Sumedang Ekspress terkait penempelan poster 'Oknum Polisi Ngamuk' tidak dibenarkan. Kapolres Sumedang AKBP Eka Satria Bhakti akan meminta maaf langsung ke kantor harian grup Jawa Pos itu.

"Bahwa Polda Jabar telah menerima pengaduan tentang tindakan Polres Sumedang yang melakukan pemeriksaan dan menilai bahwa tindakan yang dilakukan Polres Sumedang tidak tepat. Kapolres Sumedang akan mengunjungi kantor Sumedang Ekspress untuk menyampaikan penyesalan dan permohonan maaf," jelas Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Martinus Sitompul dalam siaran pers, Selasa (17/4/2012).

Polda Jabar menegaskan, pihaknya akan segera melakukan pembinaan terkait UU Pers. Mengingat adanya MoU antara Dewan Pers dengan Polri.

"Akan dilakukan pembinaan yang lebih intensif dan akan disosialisasikan MoU antara Dewan Pers dan Kapolri," jelas Martinus.

Kantor redaksi harian Sumedang Ekspress sore ini kosong melompong. Penyebabnya, seluruh kru redaksi mereka ditangkap polisi gara-gara menempelkan poster klipingan koran bertuliskan 'Oknum Polisi Ngamuk' di mobil karnaval.

Direktur Sumedang Ekspress Dadan Ali Sundana menerangkan, peristiwa ini terjadi sekitar pukul 12.00 WIB siang tadi. Seluruh karyawan dan awak redaksi saat itu sedang mengikuti pawai karnaval dalam rangka hari ulang tahun Kota Sumedang, Jawa Barat.

Nah, saat karnaval tersebut, kru menempel poster koran Sumedang Ekspress yang terbit pada tanggal 4 April lalu. Kebetulan, headline koran sedang menyoroti kekerasan polisi dengan judul 'Oknum Polisi Ngamuk'.

"Poster itu dianggap sebagai hinaan. Katanya dianggap sebagai baliho, sekarang seluruh redaksi sedang di-BAP. Kantor kosong," kata Dadan saat berbincang detikcom.


Disiksa dan Tidak Digaji Selam 15 Bulan, 2 PRT di Medan Kabur Dari Rumah Majikannya. Simak Selengkapnya di "Reportase Pagi Akhir Pekan", pukul 04.30 - 05.30 WIB Hanya di TransTV

(bbn/ndr)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
      Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
      Gb Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    58%
    Kontra
    42%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel
    • Rp .000
    • Rp .000