detikcom
Senin, 16/04/2012 21:10 WIB

Satu Jam Molor, Soal UN di Gianyar Bali Difotokopi

Gede Suardana - detikNews
Bali, - Ujian Nasional (UN) di SMA I Ubud Gianyar, Bali harus ditunda selama satu jam. Penyebabnya, satu ruangan tidak mendapatkan lembar soal UN termasuk kertas Lembar Jawaban Komputer (LJK).

Dari informasi yang dihimpun detikcom, Senin (16/4/2012) di sekolah tersebut setidaknya kekurangan soal hingga 26 lembar soal dan LJK. Kronologisnya, pihak sekolah baru tahu setelah kardus yang sudah disegel itu dibuka secara bersama-sama guru pengawas dan pengawas independen yang diketahui tidak ada isinya.

"Setelah mau ujian itu kita baru tahu karena baru kita buka," kata Kepala Dinas Pendidikan Gianyar I Gusti Ngurah Wijana, kepada wartawan melalui telepon.

Atas kondisi ini dinas kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Propinsi Bali, serta telah dibuatkan berita acara di Polsek Ubud. Atas kejadian tersebut berdasarkan koordinasi dengan dinas pendidikan propinsi, maka diperbolehkan untuk memfotokopi soal dengan mengambil naskah di sekolah terdekat yang memiliki program sama. Setidaknya butuh waktu satu jam untuk menyelesaikan insiden tersebut, para siswa juga dilarang keluar sebelum soal yang digandakan datang.

Ikuti berbagai peristiwa hangat yang terjadi hari ini di "Reportase Sore", Pukul 16.30 WIB, Hanya di TRANS TV

(gds/mpr)





Sponsored Link
Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 17/06/2013 18:39 WIB
    Dirjen KA Tundjung Inderawan Bicara Mental Penumpang dan Seramnya MRT Subway
    Gb Seraya membangun infrastruktur seperti stasiun dan rel kereta api, Kemenhub juga mengkhawatirkan mental penumpang kereta yang belum tertib. Apalagi, teknologi maju kereta bawah tanah bakal dibangun di Jakarta. Kekhawatiran timbul bila perilaku penumpang KA masih timpang dengan teknologi transportasi.
ProKontra Index »

Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019

Dalam berbagai survei, nama Gubernur DKI Jokowi menempati posisi teratas capres potensial 2014. Suara-suara yang menginginkan Jokowi maju menjadi Capres di Pilpres 2014 juga cukup kencang. Tetapi menurut peneliti politik senior LIPI, Siti Zuhro, Jokowi akan lebih kuat jika berkompetisi di Pilpres 2019. Bila Anda setuju dengan Siti Zuhro, pilih Pro!
Pro
34%
Kontra
66%