detikcom
Senin, 16/04/2012 15:46 WIB

TNI Belum Pastikan 2 Anggota yang Tertembak Terlibat Geng Pita Kuning

E Mei Amelia R - detikNews
Jakarta - Dua anggota TNI, Prada Akbar Fidi Aldian dari Yonif Linud 503 Kostrad dan Kelasi Sugeng Riyadi, ditembak di Jalan Pramuka, Jumat (13/4) dinihari lalu. Namun, pihak TNI belum bisa memastikan keduanya berkaitan dengan geng berpita kuning.

"Yang pasti, Kelasi Sugeng itu benar anggota TNI AL. Soal tergabung atau tidak dalam konvoi, kami belum bisa memastikan," kata Kepala Dispen TNI AL Laksamana Pertama Untung Surapati melalui pesan singkat kepada detikcom, Senin (16/4/2021).

Untung menambahkan, saat ini Pom AL masih mengembangkan penyelidikan serangkaian kasus penyerangan yang diduga melibatkan aparat TNI tersebut. "Kerjasama dengan pihak Polri," imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto mengatakan, pihaknya masih mendalami dugaan keterlibatan kedua anggota TNI tersebut dalam serangkaian penyerangan pada Jumat (13/4).

"Kita perlu dalami itu (dugaan keterlibatan keduanya dalam penyerangan). Kita tunggu waktu yg tepat untuk lakukan pemeriksaan. Kan ybs juga masih dirawat.

Informasi dihimpun detikcom dari sumber terpercaya menyebutkan, kedua korban pada dini hari itu ikut berkonvoi dengan sekitar 50 motor lainnya. Mereka berkonvoi mulai dari Tanjung Kiting, Jakarta Utara hingga ke Jalan Pramuka, Jakarta Pusat.

"Menurut keterangan saksi, kedua korban menggunakan pita kuning dan ikut dalam rombongan konvoi," terang sumber itu.

Di tengah perjalanan, keduanya tumbang ketika sebuah mobil Toyota Yaris warna putih menembak rombongan konvoi tersebut. Prada Akbar mengalami luka tembak pada bagian dada kanannya, sementara Kelasi Sugeng mengalami luka tembak pada telinga kirinya. Saat ini keduanya masih dirawat di RSPAD dan RSAL Mintohardjo.


Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(mei/mad)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 21/07/2014 12:41 WIB
    Wamenhub: Jembatan Comal Bikin Jalur Darat Lebih Kompleks, Ada 3 Alternatif
    Gb Jembatan Comal, Pemalang, Jateng, yang ambles pada Jumat (18/7) malam lalu membuat mudik via jalur darat lebih kompleks. Memang Kementerian PU mengebut pengerjaan jembatan itu. Namun di satu sisi harus menunggu kelayakannya. Ada 3 alternatif jalur mudik menghindari Jembatan Comal.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
69%
Kontra
31%