detikcom
Senin, 16/04/2012 13:53 WIB

PAN Belum Bersikap Soal Interpelasi Dahlan Iskan

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Jakarta - Partai Amanat Nasional (PAN) belum mengambil sikap final soal interpelasi kebijakan menteri BUMN Dahlan Iskan di DPR. PAN tak ingin salah mengambil keputusan.

"Kita masih akan mengkaji secara mendalam apa pertimbangannya, walaupun ada satu orang anggota Fraksi PAN yang ikut tanda tangan, tapi itu hak ekslusif anggota DPR. Kita akan kaji semua apa yang dilakukan Dahlan Iskan. Setelah pembukaan masa sidang IV, FPAN akan merespon," kata Sekjen PAN Taufik Kurniawan saat dihubungi wartawan, Senin (15/4/2012).

Menurut Taufik, usulan interpelasi juga belum resmi disampaikan. Karena saat ini masih di tangan pimpinan DPR dan masih harus melalui banyak tahap lagi.

"Baru interupsi sehingga akan ada tindaklanjuti. Usulan itu dikaji di Badan Musyawarah, dan bila disetujui, maka akan dibaca rapat paripurna berikutnya," kata Wakil Ketua DPR ini.

Sebanyak 38 anggota DPR mendorong interpelasi Dahlan Iskan. Diduga kuat ada muatan politis dalam usulan ini. Mengingat popularitas Dahlan tengah naik daun.


Bahan makanan sisa restoran dimanfaatkan oknum pedagang curang. Kemana saja produk olahan mereka dijual? Saksikan penelusurannya di "Reportase Investigasi" pukul 16.45 WIB, hanya di Trans TV.

(van/mad)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
      Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
      Gb Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    56%
    Kontra
    44%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel
    • Rp .000
    • Rp .000