detikcom
Jumat, 13/04/2012 19:16 WIB

Nazaruddin Sebut Ada Peran Wijaya Karya di Kasus Hambalang

Fajar Pratama - detikNews
Jakarta - M Nazaruddin semakin melebarkan tudingan terkait kasus Hambalang. Mantan Bendahara Umum Demokrat ini menyebut peranan perusahaan konstruksi Wijaya Karya dalam kasus ini.

"Wijaya Karya membantu Adhi Karya dalam menyiapkan uang Rp 100 milliar untuk diserahkan ke Mahfud baru Mahfud merealisasikan ke Yuliasnis dan lain-lainnya," tutur Nazaruddin usai menjalani pemeriksaan di kantor KPK, Jl Rasuna Said, Jaksel, Jumat (13/4/2012).

Proyek pembangunan Stadion Hambalang di Sentul, Bogor, Jawa Barat, dilaksanakan oleh PT Adhi Karya dan Wijaya Karya sejak tahun 2010. Adhi Karya menggarap 70 persen, Wijaya Karya 30 persen. Munculnya dugaan korupsi proyek ini bermula dari 'nyanyian' mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazarudin. Nazar menyebut ada permainan anggaran dalam proyek tersebut.

Hingga berita ini diturunkan belum ada konfirmasi dari pihak Wijaya Karya.

Pada sidang di Pengadilan Tipikor Rabu (21/12) lalu, Nazaruddin kembali membeberkan soal kongkalingkong dalam proyek Hambalang yang ditangani oleh PT Adhi Karya. Menurut Nazaruddin, ada aliran dana senilai US$ 6,975 juta dari Anas Urbaningrum dalam Kongres Partai Demokrat pada tahun 2010 lalu.

Suami buronan Neneng Sri Wahyuni tersebut mengungkapkan, dana untuk kongres tersebut berasal dari PT Adhi Karya. Namun semua pihak yang disebut Nazaruddin membantah keterlibatannya dalam kasus ini.

(fjp/mpr)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    46%
    Kontra
    54%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel