detikcom
Jumat, 13/04/2012 18:16 WIB

Jelang UN, Ribuan Siswa Doa Bersama di Masjid Agung Jateng

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Angling Adhitya P/detikcom
Semarang - Ribuan pelajar SD, SMP dan SMA membanjiri Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Jalan Raya Gajah, Semarang, Jumat (13/4/2012). Mereka menggelar doa dan zikir bersama agar sukses mengikuti Ujian Nasional (UN).

Ribuan siswa terlihat larut dalam doa yang dipimpin oleh Ustad Hamami tersebut. Sebagian besar diantaranya sempat menangis.

Ketua Remaja Islam Masjid Agung Jawa Tengah (RISMA JT), Ahsan Fauzi, mengatakan acara doa dan zikir akbar menjelang Ujian Nasional tersebut rutin dilaksanakan sejak 2009 MAJT. Hal tersebut bertujuan untuk membangun mental siswa sebelum UN.

"Agar siap menghadapi ujian nasional besok Senin," kata Ahsan.

Sementara, seorang siswa, Karisma, mengaku terhanyut dengan doa dan zikir. "Tadi tersentuh banget sama doanya, dan semoga dengan doa ini kami murid-murid Indonesia bisa lulus UN semuanya," kata siswa SMA 6 Semarang usai doa bersama.

Saat acara doa bersama tersebut akan ditutup, awan berbentuk unik terlihat di sebelah timur MAJT. Di atas gumpalan terlihat pantulan sinar dari awan tipis berbentuk lingkaran. Hal tersebut menarik perhatian siswa dan beberapa mengabadikannya dengan kamera ponsel.


(alg/try)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    47%
    Kontra
    53%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel
    MustRead close