detikcom
Jumat, 13/04/2012 16:56 WIB

Gondola Jatuh di Apartemen Kalibata, 1 Orang Terluka

Sukma - detikNews
Jakarta - Satu petugas kebersihan di Apartemen Kalibata, Jakarta Selatan, terluka di bagian kepala akibat gondola yang dinaiki jatuh. Gondola yang jatuh dari lantai 3 menimpa mobil yang tengah diparkir.

Melly, saksi mata, mengatakan kejadian jatuhnya gondola terjadi sekitar pukul 14.30 WIB, Jumat (13/4/2012) di tower Akasia. Gondola jatuh karena tali kawat penyangga putus.

"Kepala orangnya bocor karena tidak pakai helm," katanya kepada detikcom di lokasi.

Korban kemudian langsung dibawa ke tower Eboni untuk mendapat penanganan medis pertama. Sementara akibat tertimpa gondola, kap mobil Avanza warna hitam penyok, sementara lampu sen Honda City pecah.

Sementara itu pengelola apartemen yang dimintai keterangan enggan memberi penjelasan. Dia hanya menyebut gondola jatuh dari lantai satu bukan lantai 3. "Gondola ini belum dioperasikan karena masih tahap pengaturan," ujar staf pengelola apartemen yang menolak menyebutkan nama.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(fdn/nwk)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Jokowi Harus Dengarkan Informasi KPK agar Ciptakan Kabinet Bersih

KPK mengatakan 43 nama calon menteri yang diberikan Jokowi, setengahnya memiliki rapor merah atau incaran KPK. Pengamat politik dari UGM Ari Dwipayana mengimbau agar Jokowi harus mendengarkan informasi dari KPK tersebut agar dapat menciptakan kabinet yang bersih.Bila Anda setuju dengan Ari Dwipayanya, pilih Pro!
Pro
64%
Kontra
36%