detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Jumat, 18/04/2014 06:00 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Jumat, 13/04/2012 15:59 WIB

Kisah 'Bang Maman' Merujuk Standar Kompetensi Kemdikbud

Dhurandhara - detikNews
Halaman 1 dari 2
Jakarta - 'Kisah Bang Maman dari Kali Pasir' tidak hanya ada di buku Pendidikan Lingkungan Budaya Jakarta (PLBJ) untuk kelas 2 terbitan CV Media Kreasi. Kisah ini sengaja diangkat untuk memahami cerita rakyat Jakarta dan merujuk standar kompetensi (SK) Kemdikbud.

"Kalau kita melihat cerita istri simpanan itu ada di daftar isi pada kolom standar kompetensi (SK) dan kompetensi dasar (KD). SK-nya istri simpanan itu memahami dongeng cerita rakyat 'Bang Maman dari Kali Pasir'. Jadi ya semua buku pasti ada, nggak cuma di LKS," terang Sekjen Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), Retno Listiarti.

Hal itu disampaikan dia dalam jumpa pers di kantor Indonesia Corruption Watch (ICW), Jl Kalibata Timur, Jakarta, Jumat (13/4/2012).

Dia menjelaskan, beberapa penerbit ada yang menyamarkan istilah istri simpanan. Namun istilah kawin-cerai tetap disebutkan dalam wacana.

"Karena memang SK dan KD-nya mengatur demikian. Yudhistira mengunakan istilah kawin lagi atau membantu keluarga lain," sambung Retno.

Menurutnya dalam hal ini penulis tidaklah salah. Sebab apa yang disampaikan merujuk pada SK dan KD yang sudah disusun Kemdikbud. "Jadi yang harusnya tanggung jawab ya pemerintah," ucap Retno.

Sementara itu Direktur Sekolah Tanpa Batas, Bambang Wisudo, menilai kejadian itu seperti pelepasan tanggung jawab pemerintah. Sehingga kemudian yang disalahkan adalah penulis buku, guru dan sekolah.Next

Halaman 1 2

Rayakan kasih sayang anda dengan coklat. tapi bagaimana kalau coklat tersebut ternyata rekondisi? Simak di Reportase Investigasi, Pukul 16.30 WIB Hanya di TRANS TV

(vit/nwk)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
81%
Kontra
19%