Kamis, 12/04/2012 13:40 WIB

Wapres Boediono Tinjau Gempa Aceh

Luhur Hertanto - detikNews
Jakarta - Presiden SBY secara berkala mendapatkan laporan tentang situasi terkini di Aceh pasca gempa 8,5 skala richter (SR). Berdasarkan laporan dari BNPB tersebut, Wapres Boediono diminta ke lokasi gempa untuk memastikan penanganan berlangsung baik.

"Direncanakan besok pagim Bapak Wapres akan mengunjungi Banda Aceh. Kami harap situasinya betul-betul kembali normal secepat mungkin," kata Jubir Kepresidenan, Julian Aldrin Pasha, di Istana Negara, Jakarta, Kamis (12/4/2012).

Di dalam laporan Ketua BNPB Samsul Mu'arif, hingga pagi ini belum ada kasus warga hilang atau jatuh korban jiwa langsung akibat gempa yang berpusat di barat daya Aceh itu. Memang benar ada empat orang warga Simeulue yang cedera, tapi tergolong tidak parah.

"Sejauh ini BNPB melaporkan situasi semua pasca gempa sangat terkendali," sambung Julian.

Menyinggung potensi terulangnya gempa bumi berpotensi tsunami di semenanjung barat Sumatera, menurut dia, sedang diupayakan pengadaan pengungsian permanen.
Fasilitas ini akan sangat memudahkan evakuasi warga di daerah paling terdampak gempa.

"Sedang dibuat beberapa titik pengungsian di sana dan itu akan bertambah. Ke depannya dirumuskan bagaimana mengupayakan shelter untuk pengungsian semi permanen atau permanen yang diharapkan memberi rasa aman bilamana terjadi ancaman gempa bumi atau lainnya," papar Julian.

(lh/aan)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    45%
    Kontra
    55%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel