Kamis, 12/04/2012 11:50 WIB

Ajarkan Perselingkuhan, Materi Istri Simpanan Tak Baik untuk Anak SD

Indra Subagja - detikNews
Jakarta - Seto Mulyadi atau biasa disapa Kak Seto heran dengan terselipnya cerita istri simpanan dalam buku pelajaran kelas 2 SD. Semestinya, walau hanya secuil, tak pantas materi istri simpanan ada di dalam buku ajar. Sama saja anak SD kelas 2 sudah dikenalkan dengan perselingkuhan.

"Itu sangat tidak layak. Mohon dengan segala hormat ditarik dulu, karena akan memperkenalkan pada budaya-budaya selingkuh, tentu tidak sehat untuk perkembangan jiwa anak," jelas Kak Seto saat berbincang dengan detikcom, Kamis (12/4/2012).

Kak Seto yang juga dikenal sebagai psikolog anak ini menjelaskan, materi cerita "Bang Maman dari Kali Pasir" yang menyelipkan soal istri simpanan di pelajaran Lingkungan Budaya Jakarta yang merupakan muatan lokal, sama saja membiarkan anak SD dengan yang namanya selingkuh.

"Itu sesuatu yang keliru. Nantinya mereka akan terbiasa dengan itu karena terekam oleh anak-anak," tuturnya.

Kak Seto menilai, belum saatnya bagi seorang anak SD untuk diajarkan mengenai penyimpangan dalam hubungan rumah tangga. Materi itu sudah terlalu dewasa.

"Mungkin ada keteledoran dari editornya, semestinya ada seleksi. Materi itu belum saatnya untuk anak-anak," urainya.

Dia mengaku, sebelumnya sudah mendapat laporan soal buku-buku serupa untuk anak SD. "Ada materi kekerasan, seks. Hal-hal seperti itu dilakukan secara vulgar," tuturnya. Semestinya anak SD itu diberi soal keteladanan, kepahlawanan, perdamaian, dan keberanian.

Dalam kisah "Bang Maman dari Kali Pasir" di buku kelas 2 SD terbitan PT Media Kreasi, diceritakan Bang Maman meminta seorang perempuan bernama Patme untuk mengaku-ngaku sebagai istri simpanan Salim. Tindakan itu dilakukan agar putri Bang Maman yang bernama Ijah, mau menceraikan Salim. Bang Maman ingin Ijah cerai dari Salim karena sang menantu sudah jatuh miskin. Buku itu dipegang anak kelas 2 SD di kawasan Halim, Jakarta Timur.



Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(ndr/nrl)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%