Senin, 16/04/2012 11:28 WIB

Tifatul: Kata Siapa Saya Akan di-Reshuffle?

Deden Gunawan - detikNews
Jakarta - Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Tifatul Sembiring merupakan salah satu menteri dari PKS yang diisukan akan dicopot menyusul kesepakatan parpol koalisi untuk menendang partai ini.

Bagaimana sikap Tifatul? Berikut wawancara Isfari Hikmat dan M. Rizal dari majalah detik dengan Tifatul:

Bagaimana sebenarnya sikap menteri dari PKS di KIB-II yang diminta mundur pasca-penolakan kenaikan BBM oleh PKS?

Jadi soal kabinet dan menteri-menteri itu, pertama kita tentunya sangat menghargai pendapat-pendapat yang disampaikan oleh teman-teman Demokrat. Secara organisatoris itu hak mereka lah untuk mengatakan kita harus mundur.

Jadi itu hak merekalah. Yang jelas kita dalam posisi tetap menjalankan tugas sesuai perintah arahan presiden saja.

Apakah sudah ada komunikasi dengan pimpinan DPP PKS terkait masalah ini, seperti pencopotan menteri ini?

Tidak ada, tidak ada. Kita tidak membahas isu-isu seperti itu. Jadi kita tidak membahas isu, ya namanya juga isu.

Langkah atau perintah apa yang mungkin telah disampaikan kepada Anda?

Sampai saat ini belum ada pertemuan lagi antara saya dengan pengurus DPP PKS yang lainnya. Jadi saya tidak tahu lagi, sebab saya juga sudah tidak jadi pengurus harian lagi di PKS. Mungkin teman-teman di sana yang akan membahasnya. Jadi saya kurang begitu tahu lagi sikap DPP PKS.

Sebagai menteri dari PKS yang menolak kenaikan harga BBM, apakah sudah bertemu dengan Presiden SBY?

Belum. Tetapi waktu kejadian keputusan Paripurna DPR itu kan malam Sabtu (Jumat, 29 Maret 2012) di Senayan. Nah, malam Minggunya (Sabtu, 30 Maret 2012) kan ada Paripurna Sidang Kabinet, di mana Presiden memberikan arahan secara umum, yaitu bagaimana kita menyikapi keputusan parlemen ini.

Sebab ini akan sangat berpengaruh dan dampaknya kepada APBN. Itu juga kan menegaskan bahwa tanggal 1 April 2012 tidak jadi menaikkan harga BBM, dan kemudian dikatakan bahwa ini sangat tergantung juga kepada harga BBM di tingkat dunia. Presiden mengatakan bahwa kami, semua menteri bekerja dengan tenang dan melanjutkan semua pembangunan ini.

Jadi termasuk dalam pidato Presiden SBY malam itu adalah menanggapi secara resmi tentang keputusan yang sudah diambil DPR pada malam sebelumnya. Jadi itu saja.

Apakah Presiden SBY saat itu tidak memanggil para menteri dari PKS, yang menyinggung soal sikap PKS secara organisasi?

Oh tidak sama sekali. Saat itu Beliau cukup serius membahas soal hasil keputusan di DPR itu, jadi tidak menyinggung soal sikap partai saja dan sebagainya.

Ada kabar Anda akan di-reshuffle?

Kata siapa. Kok saya tidak baca ya?

Kegiatan Anda sebagai menteri sejauh ini bagaimana?
Saya ngantor seperti biasa. Memimpin rapat, mengurus surat, tanda tangan surat. Menerima dewas (dewan pengawas) TVRI, menerima direksi yang baru terbentuk. Memberikan arahan. Biasalah.

Apakah Anda terganggu dengan badai yang sedang menerpa partai Anda? Tidak. Suasana kerja baik-baik saja. Yang jelas hari ini masih ada jadwal. Besok saya libur, jadwalnya mengisi khotbah Jumat di Masjid Pondok Indah. Silakan saja datang.

Edisi terbaru Majalah Detik (edisi 20, 16 April 2012) mengupas tuntas aksi geng motor dengan tema ‘Amuk Geng Motor Cepak’, juga ikuti artikel lainnya yang tidak kalah menarik seperti rubrik nasional membahas pemungutan suara di Pemilukada Aceh ‘Percikan Api di Serambi Mekah’, berita komik 'Melumpuhkan Penabrak Polisi’, Internasional 'Pertarungan Setelah Revolusi’, rubrik gaya hidup 'Beautiful Punker’, rubrik seni dan hiburan dan review film 'The Hunger Games, WKWKWK 'Insiden Memalukan Penerjun Payung’, serta masih banyak artikel menarik lainnya.

Untuk aplikasinya bisa di-download di apps.detik.com dan versi pdf bisa di-download www.majalahdetik.com Selamat menikmati!



(iy/iy)

Dapatkan ulasan lengkap Fokus dengan mendownload edisi Majalah detik melalui tablet Android dan iPad, atau download versi PDFnya di majalahdetik.com.





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Laporan Khusus Terbaru Indeks Laporan Khusus ยป
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    100%
    Kontra
    0%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel