detikcom
Rabu, 11/04/2012 13:38 WIB

Tolak BBM Naik, Puan: PDIP Tidak Ingin Jatuhkan Pemerintah

Mega Putra Ratya - detikNews
Jakarta - Presiden SBY menyebut partai yang menolak kenaikan harga BBM berniat menjatuhkan pemerintah. PDIP sebagai partai yang menolak kenaikan harga BBM tersebut menepis tudingan SBY.

"Kita tidak menjatuhkan pemerintahan kok, kita ikuti UU, sesuai konstitusi," kata Ketua Fraksi PDIP Puan Maharani di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (11/4/2012).

Menurut dia, tudingan SBY salah informasi. "Jadi kalau ada pemikiran, ada parpol yang kemudiaan tidak sepakat dengan kenaikan BBM kemudian SBY bilang menjatuhkan, saya rasa itu salah informasi," ujar dia.

Puan mengatakan pidato SBY yang bocor ke publik tersebut tidak mengatakan spesifik bahwa partai yang dimaksud adaalah PDIP.

PDIP juga menepis tudingan bahwa kepala daerah yang menolak kenaikan harga BBM membangkang.

"Nanti dulu, nggak bilang PDI Perjuangannya ya. Menurut saya itu sah-sah saja dilakukan oleh pimpinan nasional kepada eksekutif di daerah, tapi kalau kemudian aksi-aksi masyarakat dilakukan secara tertib dan teratur dan tanpa anarkhi dan tidak bertolak belakang dengan kepentingan pemerintah jajaran nasional ya buat saya mengapa tidak," papar Puan.

(mpr/aan)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    46%
    Kontra
    54%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel