Selasa, 10/04/2012 23:49 WIB
Melunak, Demokrat Pilih PT Pemilu 3,5 Persen
Ilustrasi/Dok.Detikcom
"Kita prinsipnya mengakomodir teman-teman dari fraksi lain, partai koalisi lain yang (menginginkan PT) 3,5 persen. Ya kita akan mengakomodir itu," kata anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Syarief Hasan usai rapat setgab koalisi di kediamannya, Kompleks Widya Chandra, Jakarta, Selasa (10/4/2012) malam.
Syarief menjelaskan meski belum mencapai kata sepakat, rapat setgab telah menemui titik temu pandangan mengenai empat poin krusial yakni sistem pemilu, besaran ambang batas parlemen, alokasi kursi per dapil dan motode penghitungan suara menjadi kursi.
"Kalau diskusi kan pasti ada yang beda-beda sedikit tetapi kelihatanya sudah ketemu," terangnya.
Sekretaris Setgab ini berharap RUU Pemilu dapat disetujui dalam sidang paripurna di DPR besok (11/4). Dia berharap rapat konsultasi antara fraksi dan pimpinan DPR akan menyepakati empat poin yang masih jadi perdebatan.
"Ya kalau besok kalau bisa musyawarah karena perbedaannya tinggal sedikit," ujarnya.
Terpisah dari rapat Setgab, Pansus RUU Pemilu juga menggelar rapat. Namun gagal mencapai kata sepakat karenasembilan fraksi masih mempertahankan sikapnya atas empat poin di RUU Pemilu.
Berikut sikap sembilan fraksi dalam rapat kerja Pansus RUU Pemilu di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (10/4/2012) malam.
1. Fraksi Demokrat
- Sistem terbuka proporsional
- Alokasi kursi 3-10 per dapil untuk DPR dan 3-12 kursi untuk DPRD.
- Ambang batas parlemen 3,5-4 persen
- Penghitungan suara menjadi kursi dengan metode kuota
2. Fraksi Golkar
- Sistem terbuka proporsional
- Alokasi kursi 3-8 per dapil untuk DPR dan DPRD
- Ambang batas parlemen sebesar 4-5 persen
- Penghitungan suara menjadi kursi dengan metode webster
3. Fraksi PDIP
- Sistem tertutup proporsional
- Alokasi kursi 3-8 per dapil untuk DPR dan 3-10 kursi untuk DPRD.
- Ambang batas parlemen berjenjang; 5 persen nasional, 4 persen provinsi dan 3 persen untuk kabupaten
- Penghitungan suara menjadi kursi dengan metode webster
4. Fraksi PKS
- Sistem tertutup proporsional
- Alokasi kursi 3-8 per dapil untuk DPR
- Ambang batas parlemen 3,5-4 persen
- Penghitungan suara menjadi kursi dengan metode webster
5. Fraksi PAN
- Sistem terbuka proporsional
- Alokasi kursi 3-10 per dapil untuk DPR dan 3-12 per dapil untuk DPRD
- Ambang batas parlemen 3,5 persen
- Metode penghitungan kuota
6. Fraksi PPP
- Sistem terbuka proporsional
- Alokasi kursi 3-10 per dapil untuk DPR dan 3-12 untuk DPRD
- Ambang batas parlemen 3 persen
- Metode penghitungan kuota
7. Fraksi PKB
- Sistem tertutup proporsinal
- Alokasi kursi 3-10 per dapil untuk DPR dan 3-12 untuk DPRD
- Ambang batas parlemen 3 persen
- Metode penghitungan kuota
8. Fraksi Gerindra
- Sistem terbuka proporsional
- Alokasi kursi 3-10 per dapil untuk DPR dan 3-12 untuk DPRD
- Ambang batas parlemen 3 persen
- Metode penghitungan kuota
9. Fraksi Hanura
- Sistem terbuka proporsional
- Alokasi kursi 3-10 per dapil untuk DPR dan 3-12 untuk DPRD
- Ambang batas parlemen 3 persen
- Metode penghitungan kuota
(rvk/fdn)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
-
Polri Tugasnya untuk Kemanusiaan, Bukan Berbisnis!
651 share this. -
Wanita Muda di Semarang Ditemukan Tewas dengan Luka di Tubuhnya
498 share this. -
Korea Utara Kembali Uji Rudal Jarak Pendek Keempatnya
350 share this. -
Korban Runtuhan Tambang Freeport di Papua Bertambah Jadi 8
292 share this. -
Pencopet Tewas Tertabrak Busway usai Beraksi di Bogota
272 share this.
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru
Indeks Berita ยป
-
Senin, 20/05/2013 13:22 WIB
Non-aktif Sebagai Walkot Medan, Rahudman Aktif Temui Warga
-
Senin, 20/05/2013 13:12 WIB
Rombongan DPR Kunjungi Lokasi Reruntuhan PT Freeport
-
Senin, 20/05/2013 13:11 WIB
BBM yang Ditimbun Aiptu Labora Lebih Besar dari Kuota Pertamina
-
Senin, 20/05/2013 13:11 WIB
Dinonaktifkan Sebagai Wali Kota Medan, Rahudman Tetap Keliling Jumpai Warga
-
Senin, 20/05/2013 13:10 WIB
Sidak di Lapas Sukamiskin
Tidak Ditemukan HP, Tapi Ditemukan Tumpukan SimCard di Sel Agusrin
-
Senin, 20/05/2013 11:20 WIB
Waduk Pluit Dikeruk Lagi, Ahok: Itu Mau Buat Limbah Bukan Kafe
-
Senin, 20/05/2013 11:46 WIB
Dokter: Orang Kaya Royal Bayar Ultah, Tapi Masih Pakai Jamkesda
-
Senin, 20/05/2013 12:20 WIB
Kalah Top dari Jokowi, Ical Terus Gencarkan 'Serangan Udara'
-
Senin, 20/05/2013 11:56 WIB
Pelajar Anggota Geng Klewang Menangis Minta Bisa Sekolah Lagi
-
Senin, 20/05/2013 12:48 WIB
Direktur PT SAW Jadi Tersangka dalam Kasus Aiptu Labora
-
Senin, 20/05/2013 12:49 WIB
Penjual Roti Salju di Tambora Ini Pasang Poster Ingin Bertemu Artis
-
Senin, 20/05/2013 12:13 WIB
Korban Longsor Gugat PT Freeport Rp 1,1 Triliun
-
Senin, 20/05/2013 12:41 WIB
16 RS Swasta DKI Mundur dari KJS, Kadinkes: Mereka Tak Disubsidi APBD/N
-
351 Komentar
-
233 Komentar
-
228 Komentar
-
212 Komentar
-
210 Komentar
-
209 Komentar
-
201 Komentar
-
173 Komentar
-
Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
ProKontra
Index »
Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal
Pro
Kontra
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,837.000
- Rp .000
MustRead
close
-
Senin, 20/05/2013 10:54 WIB
Kandidat Capres Mulai 'Serangan Udara' Sampai Blusukan Ala Jokowi
-
Senin, 20/05/2013 10:49 WIB
Bhatoegana: Cari Anggota DPR yang Titip Absen, Itu Kriminal!
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer


.gif)





_5.gif)






Di balik nikmatnya kopi-kopi yang terseduh di kafe, ada seorang pencicip kopi yang menjadi ujung tombak dari cita rasa kopi. Contohnya Yusianto, salah satu pencicip kopi bersertifikat internasional pertama di Indonesia. Lidahnya bisa dibilang 'senjata' untuk mendapatkan kopi dengan cita rasa unggulan.
Dalam Forum Newsmaker Thomson Reuters di Singapura, beberapa waktu lalu, SBY lebih memilih pembangunan yang tak melulu tergantung pada sistem kapitalisme (pasar bebas) atau sosialisme (anti pasar). Jalan ketiga yang menjadi antithesis dari keduanya dianggap SBY lebih pas untuk konteks Indonesia.

