Selasa, 10/04/2012 19:01 WIB
Setelah Bekasi, Giliran Feeder Busway Depok-Jakarta Beroperasi
"Setelah Bekasi, kita lanjut ke Tangerang dan Depok. Nantinya ada Depok-Kampung Rambutan, Pamulang-Kampung Rambutan, dan Tangerang-Grogol," ujar Kadishub DKI, Udar Pristono, dalam perbincangan dengan detikcom, Selasa (10/4/2012).
Pristono memperkirakan ada sekitar 2 juta orang dari daerah-daerah di sekitar Jakarta, kecuali Bekasi, yang bisa menggunakan jasa bus feeder ini. Sasaran pengadaan bus ini bukanlah pengguna angkutan umum, melainkan orang-orang yang masih menggunakan kendaraan pribadi seperti mobil dan sepeda motor.
"Rata-rata nantinya akan ada 15 bus setiap wilayah. Dan ini merupakan layanan point to point service, jadi nanti mengantar hingga ke halte busway. Begitu masuk ke Jakarta, disambut busway," terang Pris.
Menurut dia, jarak antar bus atau headway juga tidak akan lama, hanya sekitar 10 menit jika tidak ada aral melintang. Feeder busway ini merupakan bagian dari pengaturan untuk mengatasi macet ibukota. Jika dibiarkan angkutan pribadi merajalela dari daerah-daerah kantong Jakarta tanpa angkutan massal, maka nantinya kendaraan di jalanan bisa tidak bergerak.
Kondusivitas Harus Diciptakan
Sejumlah awak angkutan umum regular menolak pengoperasian feeder busway karena dinilai merugikan mereka. Akibatnya pengoperasian feeder busway tidak optimal. Menurut Pristono, kondusivitas untuk pengoperasian angkutan ini tidak menunggu melainkan harus diciptakan.
"Di DKI aman, sedangkan di Bekasi masih dihadang angkutan umum yang lama. Ini bukan masalah transportasi dan manajemen transportasi, tetapi masalah keamanan. Jadi tolong petugas keamanan di Bekasi untuk menertibkannya," pinta Pris.
Dia yakin hanya segelintir orang yang tidak setuju dengan pengoperasian feeder busway. Pris bahkan curiga ada preman yang turut bermain. Karena itu bila gerakan pengacau ini sudah terendus, petugas keamanan bisa segera mengamankan yang bersangkutan.
Dia memaparkan dari Bekasi ke Pulogadung setiap harinya ada 423 penumpang, di mana 51 persen naik sepeda motor, 29 persen naik mobil, 16 persen naik angkutan umum, dan 3 persen naik kereta api. Melihat angka ini, maka sasaran APTB bukanlah angkutan umum tapi pengguna mobil dan sepeda motor.
"Dari tarifnya saja sudah beda. Kalau yang angkutan 3/4 itu kan Rp 2.000, ini Rp 9.500. Selain itu layanan juga beda. Yang satu bolak-balik stop, kalau ini point to point service. Sasarannya adalah kendaraan pribadi. Kalau sampai dihadang, tidak ada alasan. Jangan menunggu sutusi kondusif baru jalan, tapi kondusif itu harus diciptakan," paparnya.
Pris menjelaskan bus feeder yang digunakan memiliki kapasitas sekali angkut sekitar 85 orang. Sehingga dengan kapasitas besar itu bisa menggantikan posisi mobil dan sepeda motor.
"Sosialisasi sudah dilakukan. Masalahnya pasti ada yang menghalangi, dan itu harus dihadapi. Ini kan bagus, masa angkutan yang bagus harus di-hold. Karena segelintir orang tidak setuju lalu tidak dilaksanakan," ucapnya.
Dikatakan dia, menggabungkan sistem transportasi dua kota memang tidak mudah. Ada banyak tantangan, namun jangan sampai kesulitan itu membuat penataan transportasi menjadi mentah.
Ikiti berbagai peristiwa hangat yang terjadi hari ini di "Reportase Sore", Pukul 16.30 WIB, Hanya di TRANS TV
(vit/nwk)
Baca Juga
Twitter Recommendation
-
Demo Hingga Tengah Malam, Mahasiswa Bentrok dengan Polisi
544 share this. -
Siap-siap! Hari Ini Air PAM di Depok Bakal Mati 4 Jam
435 share this. -
Ada Perbaikan Jalan, Tol Cawang Arah Bekasi Macet 6 KM
279 share this. -
WNI di Eropa Juga Keluhkan Keamanan Bagasi di Bandara Soetta
267 share this. -
5 Pengedar Narkotika Dibekuk di LP Nusakambangan
242 share this.
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru
Indeks Berita »
-
Rabu, 19/06/2013 08:24 WIB
Kebakaran Lahan, Pekanbaru Pagi Ini Diselimuti Asap
-
Rabu, 19/06/2013 08:22 WIB
Kalah di Parlemen, PDIP Gelar Aksi Tolak Kenaikan Harga BBM Hari Ini
-
Rabu, 19/06/2013 08:15 WIB
Polisi Tetapkan 6 Tersangka Pembakaran Mapolres Pegunungan Bintang
-
Rabu, 19/06/2013 07:57 WIB
Ini Rangkaian Acara HUT DKI ke-486
-
Rabu, 19/06/2013 07:49 WIB
Kapolres: Bagasi Rusak di Bandara, Laporkan ke Polisi
-
Rabu, 19/06/2013 06:27 WIB
Pertama di Indonesia! Pemakai Diampuni karena Ungkap Mafia Narkoba
-
Rabu, 19/06/2013 08:22 WIB
Kalah di Parlemen, PDIP Gelar Aksi Tolak Kenaikan Harga BBM Hari Ini
-
Rabu, 19/06/2013 07:49 WIB
Kapolres: Bagasi Rusak di Bandara, Laporkan ke Polisi
-
Rabu, 19/06/2013 07:57 WIB
Ini Rangkaian Acara HUT DKI ke-486
-
Rabu, 19/06/2013 06:16 WIB
Harga BBM Naik, Tarif Angkutan DKI Diusulkan Naik 30 %
-
Rabu, 19/06/2013 07:26 WIB
Golkar Dukung Apapun Sikap SBY Soal Nasib Menteri PKS
-
Rabu, 19/06/2013 07:08 WIB
Besok, Rusun Bagi Warga Waduk Pluit Mulai Dibangun
-
Rabu, 19/06/2013 06:42 WIB
3 Mobil Kecelakaan di Tol Tangerang, Truk Trailer Mogok di Tomang
-
426 Komentar
-
358 Komentar
-
291 Komentar
-
258 Komentar
-
227 Komentar
-
209 Komentar
-
195 Komentar
-
194 Komentar
-
Senin, 17/06/2013 18:39 WIB
Dirjen KA Tundjung Inderawan Bicara Mental Penumpang dan Seramnya MRT Subway
Seraya membangun infrastruktur seperti stasiun dan rel kereta api, Kemenhub juga mengkhawatirkan mental penumpang kereta yang belum tertib. Apalagi, teknologi maju kereta bawah tanah bakal dibangun di Jakarta. Kekhawatiran timbul bila perilaku penumpang KA masih timpang dengan teknologi transportasi.
ProKontra
Index »
Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019
Pro
Kontra
MustRead
close
-
Rabu, 19/06/2013 03:43 WIB
Komnas HAM Umumkan Hasil Investigasi Kasus Cebongan Hari Ini
-
Rabu, 19/06/2013 02:40 WIB
Siap-siap! Hari Ini Air PAM di Depok Bakal Mati 4 Jam
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer



_10.gif)





_5.gif)






_4.gif)
Mudik selalu dirindukan bagi setiap perantau. Tak terkecuali bagi Dirjen Perhubungan Darat Soeroyo Alimoeso. Beliau curhat tentang dirinya yang tidak pernah mudik dan susahnya mengatur pemudik.
Giatnya Pemerintah memperjuangkan munculnya regulasi (Peraturan Menteri Perindustrian) tentang Low Cost and Green Car (LCGC) bersama-sama DPR-RI membuktikan bahwa Pemerintah sekarang tidak pro angkutan umum.

