Senin, 16/04/2012 11:04 WIB
Menteri PKS di Ujung Tenggat
Bendera itu diturunkan sejak 4 April 2012, beberapa jam setelah pimpinan Setgab bertemu di rumah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Selasa 3 April 2012.
Hilangnya bendera PKS di kantor Setgab merupakan sebuah pertanda kalau PKS sudah tidak lagi dianggap di koalisi. Sekalipun Sekretaris Setgab Syarif Hasan mengatakan, penurunan bendera itu dilakukan para pendemo anti PKS pada Rabu, 4 April 2012. Bukan keputusan Setgab.
Bukan hanya bendera PKS saja yang bakal hilang di tiang bendera kantor Setgab. Menurut informasi yang diperoleh majalah detik, tiga orang menteri asal PKS, yakni Mentan Suswono, Menkominfo Tifatul Sembiring, dan Mensos Salim Segaf Al Jufri, juga terancam turun dari posisinya. Bahkan kabar yang beredar, tiga menteri PKS ini sekarang sudah berbenah diri pasca rapat Setgab di rumah SBY.
Sumber majalah detik di Departemen Pertanian (Deptan) mengatakan, Suswono, Kamis 5 April 2012 mendadak mengadakan rapat internal. Dalam rapat itu dikabarkan Suswono memberikan arahan ke jajarannya jika sewaktu-waktu ada pergantian dirinya sebagai menteri.
Bahkan di internal Deptan muncul nama Jafar Hafsah, mantan Ketua Fraksi PD di DPR yang bakal menggantikan Suswono. "Apa benar Pak Jafar yang akan gantikan Pak Suswono?" tanya salah seorang pegawai Humas Deptan saat di temui majalah detik.
Namun informasi persiapan "boyong" Suswono dibantah Kiki, ajudan Suswono. Menurutnya, sampai saat ini Suswono masih menjalankan tugas seperti biasa. "Kemarin Bapak mengunjungi Sukamandi menyaksikan panen raya. Dan sekarang sedang rapat internal," ujar Kiki kepada majalah detik.
Namun Kiki membantah rapat internal dilakukan terkait isu pergantian menteri. Dia hanya bilang salah satu yang dibahas masalah Tomcat. Bukan soal pergantian menteri.
Sementara Menkominfo Tifatul Sembiring masih beraktivitas seperti biasa. Dia masih memimpin rapat mengurus surat menyurat, dan tanda tangan surat. "Suasana kerja baik-baik saja. Tidak ada yang berubah," ujar Tifatul kepada majalah detik.
Dia juga tidak merasa khawatir jika sewaktu-waktu diminta lengser dari jabatannya oleh presiden. "Saya katakan ini masalah dunia. Tidak usah terlalu diributkan. Kalau mau takut, takutlah pada Allah," ujarnya.
Ada pun Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri saat dikonfirmasi juga menampik dirinya sedang siap-siap meninggalkan kursi kementerian. Pergantian menteri tergantung hasil penilaian UKP4 dan sampai saat ini belum ada pertemuan atau rapat di UKP4.
Usai rapat Kesra bersama SBY di istana, ia juga mengaku belum ada pembicaraan langsung antara Presiden SBY dengan para menteri asal PKS mengenai reshuffle kabinet. "Belum ada. Tadi di dalam rapat seperti biasa, saya menyampaikan program BLSM yang akan dijalankan," ujar Salim.
Namun anggota Majelis Syuro PKS ini mengakui di internal PKS saat ini muncul keinginan mundur dari Setgab Koalisi. Tapi sikap resmi PKS di koalisi sampai saat ini belum final dibahas. "Keputusan dari Majelis Syuro juga belum ada," lanjut Salim.
Pernyataan senada diungkapkan Wakil Sekjen PKS Mahfudz Sidik. Menurutnya, PKS belum mengambil sikap terkait informasi partainya didepak dari koalisi. Dia mengatakan, sampai saat ini PKS masih menunggu kepastian resmi dari Presiden SBY. Begitu juga dengan nasib tiga menteri PKS.
"Kalau memang PKS dikeluarkan dari koalisi, otomatis kursi akan ditinggalkan," kata Wakil Sekjen DPP PKS, Mahfudz Siddiq. Tapi, sambungnya, karena belum ada kepastian resmi soal nasib PKS di koalisi, maka para menteri PKS masih tetap bekerja seperti biasa.
PKS boleh saja bersikukuh tentang keberadaannya di koalisi dan kabinet. Namun dari istana muncul kabar kalau nasib menteri asal PKS tinggal menunggu hari saja. Dalam waktu dekat posisi tiga menteri PKS akan diputus SBY.
"Ini hari-hari penting dan presiden sedang mencari waktu untuk menyampaikannya secara terbuka pada publik," kata staf khusus presiden bidang komunikasi politik, Daniel Sparringa.
Guru besar ilmu politik Universitas Airlangga ini menjelaskan, kebersamaan setgab koalisi diwujudkan di ranah pemerintahan dan parlemen. Di dalam pemerintahan, kata Sparringa, sebenarnya kader PKS bekerja dengan baik. Namun kondisi sebaliknya justru terjadi di dalam parlemen.
Sebagai mitra koalisi, PKS justru sering menunjukkan sikap beroposisi terhadap pemerintah. Hal ini terang saja berdampak terhadap berbagai kebijakan pemerintah. SBY jadi kerepotan karena dirongrong terus oleh PKS.
Siapa pengganti tiga menteri asal PKS masih belum jelas. Sumber majalah detik di lingkaran istana mengatakan, saat ini SBY sudah mengutus orang untuk melobi PDIP dan Gerindra untuk jabatan menteri yang saat ini dipegang PKS. SBY berharap dengan masuknya PDIP dan Gerindra dalam kabinet bisa mengimbangi konstalasi politik di DPR.
Namun, isu lain mengatakan tiga kursi itu akan diperuntukkan untuk PD dan Golkar. PD akan mendapat satu kursi, sedangkan Golkar mendapat dua kursi. Golkar mendapat dua kursi, karena SBY melihat pentingnya hubungan dengan Golkar setelah PKS tidak bersama dalam koalisi. SBY ingin mengamankan kebijakan pemerintah saat pembahasan di parlemen.
Tapi isu lain mengatakan dua kursi untuk PD dan satu kursi untuk Golkar. "Sebenarnya satu menteri sudah dialokasikan untuk Golkar. Sementara sisanya akan diambil PD. Tapi Golkar tidak mau karena takut dianggap pihak yang ngotot menggusur PKS," ujar sumber itu.
Wakil Ketua Golkar Fadel Muhammad saat dihubungi majalah detik menyatakan, sampai saat ini belum ada permintaan SBY kepada Golkar soal tambahan menteri. Namun bila SBY memang minta, Golkar akan menyiapkan kadernya.
"Kita akan siapkan jika presiden memang minta kader kami untuk jadi menteri," ujar mantan Menteri Kelautan dan Perikanan yang direshuffle pada Oktober 2011 itu.
Tapi, kata Fadel, sekalipun nanti SBY lebih memilih kader PD untuk menempati posisi menteri bekas PKS, Golkar tetap akan setuju. "Soal menteri itu hak presiden. Jika memang nanti PD atau Golkar yang akan mengisi kekosongan, kami siap menerimanya," pungkasnya.
Edisi terbaru Majalah Detik (edisi 20, 16 April 2012) mengupas tuntas aksi geng motor dengan tema ‘Amuk Geng Motor Cepak’, juga ikuti artikel lainnya yang tidak kalah menarik seperti rubrik nasional membahas pemungutan suara di Pemilukada Aceh ‘Percikan Api di Serambi Mekah’, berita komik 'Melumpuhkan Penabrak Polisi’, Internasional 'Pertarungan Setelah Revolusi’, rubrik gaya hidup 'Beautiful Punker’, rubrik seni dan hiburan dan review film 'The Hunger Games, WKWKWK 'Insiden Memalukan Penerjun Payung’, serta masih banyak artikel menarik lainnya.
Untuk aplikasinya bisa di-download di apps.detik.com dan versi pdf bisa di-download www.majalahdetik.com Selamat menikmati!
Simak rangkuman aneka berita penting dan menarik sepanjang hari ini di "Reportase Malam" Pukul 0.30 WIB hanya di TransTV
(iy/iy)
Dapatkan ulasan lengkap Fokus dengan mendownload edisi Majalah detik melalui tablet Android dan iPad, atau download versi PDFnya di majalahdetik.com.
Baca Juga
Twitter Recommendation
-
Jokowi Soal Kopaja: Ini Mobil atau Gerobak? Ngeremnya Pakai Doa
1,249 share this. -
Protes Harga BBM, Mahasiswa Semarang Buka Posko dan Mogok Makan 4 Hari
1,016 share this. -
Mahasiswa Mercu Buana Demo BBM di Meruya, Lalin Macet
602 share this. -
Harga BBM Naik, Tarif Angkutan DKI Diusulkan Naik 30 %
592 share this. -
Demo Hingga Tengah Malam, Mahasiswa Bentrok dengan Polisi
568 share this.
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Laporan Khusus Terbaru
Indeks Laporan Khusus ยป
-
Selasa, 18/06/2013 17:43 WIB
Satria Piningit Mega
Ramalan Trah Sukarno
-
Selasa, 18/06/2013 07:07 WIB
Satria Piningit Mega
Prananda Prabowo: Biarlah Waktu Bicara
-
Senin, 17/06/2013 16:48 WIB
Agar Anak Ibu & Anak Ayah Tak Terpecah
-
Senin, 17/06/2013 06:25 WIB
Putra Mahkota yang Disimpan
-
Jumat, 14/06/2013 09:57 WIB
Menteri Lingkungan Hidup Ceko: Menata Lingkungan Bukan untuk Matikan Bisnis
-
Rabu, 19/06/2013 20:45 WIB
Pak Jokowi, Penjaga Pintu Air Belum Terima Gaji 3 Bulan
-
Rabu, 19/06/2013 19:54 WIB
Menko Kesra: Kabut Asap Singapura Bukan Hanya dari Indonesia
-
Rabu, 19/06/2013 20:04 WIB
Urai Macet, Pemprov Wajibkan Pedagang Pasar Tanah Abang Ber-KTP Jakarta
-
Rabu, 19/06/2013 18:42 WIB
Camry Wamen ESDM Masuk Jalur TransJ, Ini Kata Polda Metro
-
Rabu, 19/06/2013 18:51 WIB
Kata Busyro Soal Indikasi Nazar Jalankan Bisnis dari Penjara
-
Rabu, 19/06/2013 18:07 WIB
PKS: PDIP Kecolongan 'Pasal Lapindo' di APBN-P
-
Rabu, 19/06/2013 19:09 WIB
Jatuh ke Lumbung Gandum, 3 Pria Belanda Tewas
-
Rabu, 19/06/2013 20:38 WIB
Tolak Kenaikan BBM, Mahasiswa Sandera Mobil Plat Merah di Yogyakarta
-
435 Komentar
-
363 Komentar
-
291 Komentar
-
260 Komentar
-
231 Komentar
-
210 Komentar
-
206 Komentar
-
201 Komentar
-
Rabu, 19/06/2013 14:22 WIB
Penerus Mega di PDIP
Effendi Simbolon Buka-bukaan Soal Prospek Politik Prananda dan Puan
Prananda dan Puan Maharani disebut-sebut disiapkan menjadi penerus tahta Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Anak kedua Mega, Prananda (43), diyakini sebagia pembawa ideologi kakeknya, Bung Karno.
ProKontra
Index »
Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019
Pro
Kontra
MustRead
close
-
Rabu, 19/06/2013 15:57 WIB
Blusukan Cek Masalah, Jokowi Berani Diadu dengan Para Kadis
-
Rabu, 19/06/2013 15:37 WIB
Saat Syekh Tifatul Dipanggil Bro
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer




_10.gif)





_5.gif)






_4.gif)
Mudik selalu dirindukan bagi setiap perantau. Tak terkecuali bagi Dirjen Perhubungan Darat Soeroyo Alimoeso. Beliau curhat tentang dirinya yang tidak pernah mudik dan susahnya mengatur pemudik.
Giatnya Pemerintah memperjuangkan munculnya regulasi (Peraturan Menteri Perindustrian) tentang Low Cost and Green Car (LCGC) bersama-sama DPR-RI membuktikan bahwa Pemerintah sekarang tidak pro angkutan umum.

