BBC Indonesia
Selasa, 10/04/2012 07:44 WIB

AS ragukan komitmen damai Suriah

BBCIndonesia.com - detikNews
syria

Militer Suriah dilaporkan masih memborbardir kantong pemberontak di sejumlah kota.

Gedung Putih menyatakan tidak ada tanda dari Suriah untuk mematuhi rencana internasional guna menghentikan kekerasan.

Di bawah kesepakatan damai yang diatur PBB, pasukan Suriah semestinya menarik diri dari sejumlah kota Selasa (10/04), tetapi AS menyebut situasinya justru memburuk.

Senin kemarin terbukti menjadi salah satu hari berdarah sejak aksi demo berlangsung, dengan laporan dari pegiat HAM yang menyebut 100 orang tewas dalam serangan awal pekan ini.

Kekerasan dilaporkan juga menyebar ke sejumlah perbatasan Suriah dengan Turki dan Lebanon.

Turki menyampaikan protes yang keras dengan memanggil pulang misi diplomasinya ke Ankara setelah dua insiden di perbatasan bersama yang menyebabkan dua orang tewas dan melukai banyak orang, termasuk warga Turki.

Di tempat terpisah seorang juru kamera Lebanon juga tewas ditembak di perbatasan utara Libanon dengan Suriah.

Serangkaian kekerasan ini pecah di malam tenggat waktu bagi pasukan pemerintah untuk menarik diri dari sejumlah kota di Suriah sebagaimana yang diusulkan utusan PBB dan Liga Arab Kofi Annan.

"Kami dengan jelas melihat tidak ada tanda dari rejim Assad mematuhi komitmen, yang tentu saja sangat disayangkan, kata juru bicara Gedung Putih Jay Carney.

AS juga mengungkapkan kemarahannya atas kekerasan di sepanjang perbatasan Suriah dengan Turki.

"Kami bersama pemerintah Turki meminta rejim Suriah untuk segera melakukan gencatan senjata, kata Victoria Nuland, juru bicara Kementerian Luar Negeri AS.

"Kekerasan bukannya mereda, tetapi justru memburuk dalam beberapa hari terakhir, tambahnya.

Kunjungan Annan

Sekjen PBB Ban Ki-Moon juga mendesak Suriah untuk menghentikan kekerasan terhadap sipil.

Sebelumnya Damaskus sempat menyepakati rencana gencatan senjata yang diajukan Kofi Annan, tapi kemudian mereka meminta jaminan tertulis dari pemberontak untuk mengakhiri serangan dan pemerintah asing untuk tidak mendanai para pemberontak.

Dalam pernyataan tersebut Suriah mengatakan tidak menginginkan pemberontak memanfaatkan penarikan pasukan pemerintah dengan menata dan mempersenjatai kembali.

Tentara Pembebasan Suriah menolak permintaan jaminan tersebut meski mengaku mendukung upaya gencatan senjata usulan PBB-Liga Arab.

Dewan Keamanan PBB dilaporkan tengah menunggu sebuah surat dari Kofi Annan terkait implementasi pemerintah Suriah - atau tidak - atas penarikan militer sesuai tenggat waktu 10 April.

Annan akan berkunjung ke pusat penampungan pengungsi Suriah di perbatasan Turki saat menuju ke Iran, tempat dimana dia diperkirakan akan berupaya meyakinkan Iran untuk membujuk pemerintah Suriah menghentikan pertumpahan darah.

Cina juga mendesak kedua belah pihak dalam konflik di Suriah untuk menghormati kesepakatan damai. Sementara itu wartawan BBC di Rusia melaporkan, sekutu utama Suriah ini akan memainkan peran penting. Menteri Luar Negeri Suriah Walid Muallem dilaporkan tengah berada di Moskow guna membicarakan masalah ini.

PBB mengatakan lebih dari 9.000 orang tewas dalam aksi demo menentang pemerintahan Assad yang dimulai lebih dari setahun lalu.

Pemerintah Suriah menyebut aksi demo yang berujung pada kekerasan ini didukung oleh geng bersenjata dan teroris.

(bbc/bbc)



Berita Terbaru Indeks Berita ยป
  • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
    50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
    Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
    Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
ProKontra Index »

Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
Pro
46%
Kontra
54%
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel