Senin, 09/04/2012 16:30 WIB

Toko Emas di Yogyakarta Dirampok, 5,5 Kg Emas Dibawa Kabur

Andri Haryanto - detikNews
ilustrasi
Jakarta - Lagi-lagi toko emas menjadi sasaran perampokan bersenjata api. Kali ini Toko Emas Sahabat di Yogyakarta menjadi sasaran empuk perampok dengan menggunakan 4 sepeda motor.

"Pelaku langsung menodongkan senjata api kepada karyawan toko," kata Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Saud Usman Nasution, saat jumpa pers, di Jakarta, Senin (9/4/2012).

Saud memaparkan, perampokan terjadi Minggu (8/4) sekitar pukul 15.00 WIB, di lokasi Pasar Senen, Gunung Kidul, Yogyakarta. Diketahui toko tersebut milik Haji Wiyono yang beralamat di Sukoharjo, Jateng.

"Mereka mencuri emas seberat 5,5 Kg dan uang Rp 16 juta. Kerugian diperkirakan Rp 1,16 miliar," ungkap Saud.

Dari olah tempat kejadian perkara, polisi menemukan 2 selongsong peluru untuk dijadikan barang bukti. Polisi juga telah memintai keterangan dari penjaga toko dan orang-orang yang ada di sekitar lokasi kejadian.

"Tim masih mencari sepeda motor yang dipakai tersangka, Honda Vario," ujar Saud.

Kini kasus tersebut ditangani Polda Yogyakarta.

Disinggung apakah aksi tersebut terkait dengan Fa'i yakni pengumpulan dana kelompok teroris, Saud menjawab pihaknya belum menyimpulkan ke arah tersebut.

"Masih dilakukan pendalaman," ujarnya.



Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(ahy/ndr)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 14/09/2014 14:52 WIB
    Lulung: Yang Penting Pak Ahok Manis Bicara, Ai Dukung
    Gb Haji Lulung mengaku sudah tidak ada masalah dengan Ahok yang bersuara keras soal kebobrokan DPRD jika pilkada tidak dilakukan langsung. Dia mengingatkan Ahok berhati-hati bicara sehingga tidak ada yang tersinggung.
ProKontra Index »

16 Kursi Menteri dari Parpol di Kabinet Jokowi Terlalu Banyak

Presiden Terpilih Jokowi telah mengumumkan postur kabinetnya. Jokowi memberi jatah 16 kursi untuk kader parpol. Menurut pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto, 16 kursi untuk kader parpol ini dinilai terlalu besar, tak sesuai harapan publik. Awalnya publik mengira jatah menteri untuk parpol jauh lebih sedikit. Bila Anda setuju dengan Gun Gun Heryanto, pilih Pro!
Pro
42%
Kontra
58%