Senin, 09/04/2012 14:53 WIB

JK 'Gugat' Klaim Ical Calon Tunggal Golkar untuk Capres

Rista Rama Dhany - detikNews
Jakarta - Ketum Golkar Aburizal Bakrie atau Ical boleh saja cuap-cuap sudah didukung bulat seluruh kadernya untuk maju di 2014. Tapi, majunya Ical itu dipertanyakan sesepuh Golkar Jusuf Kalla (JK). Setahu JK, majunya seorang capres dari Golkar harus sesuai dengan hasil survei.

"Memang itu kewenangan partai (Golkar) untuk membicarakan hal tersebut (pencapresan), namun yang saya pahami dan sudah diputuskan dalam Rapimnas tahun lalu, pengusungan capres sebelumnya harus dilakukan survei terlebih dahulu," kata JK ketika ditemui seusai menghadiri reuni mantan-mantan Menteri Perdagangan di Kementerian Perdagangan, Senin (9/4/2012).

Apalagi, lanjut JK, Golkar selalu mengusung jargon 'Suara Golkar adalah Suara Rakyat'. Tentunya sesuai dengan jargon itu, yang diusung Golkar harus yang sesuai dengan keinginan rakyat.

"Untuk tahu itu makanya dilakukan survei, dengan survei bisa diketahui apa trend suara dari rakyat. Walau 100% tidak selalu benar, tapi dengan survei kita bisa tahu apa trendnya. Tapi saya tidak tahu apakah hal itu sudah dibatalkan jadi tidak perlu survei?" ungkap JK.

JK menyayangkan kalau ternyata di Golkar tidak ada lagi model survei untuk mengusung calon. Tentu kader potensial di Golkar akan tertutup kalau model survei sudah diganti dengan tunjuk langsung.

"Hal tersebut bakal menutup peluang kader-kader yang potensial lain untuk bersaing," ucapnya.

Terkait isu dirinya bakal diusung Partai Nasional Demokrat (Nasdem) untuk maju, JK masih belum berkomentar. "Ya kita lihat nanti perkembangannya," tandasnya.

(dnl/ndr)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 21/05/2013 11:43 WIB
      15 Tahun Reformasi
      Emha Ainun Nadjib: Reformasi Itu Omong Kosong
      Gb Budayawan Emha Ainun Nadjib berada di pusaran arus perubahan kekuasaan 1998. Dia adalah salah satu tokoh yang dengan lantang meminta Presiden Soeharto mengundurkan diri dari jabatannya. Tapi reformasi yang terjadi sampai saat ini, kata dia, palsu belaka. Mengapa?
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    88%
    Kontra
    12%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel