Minggu, 08/04/2012 19:15 WIB

Polsek Sawah Besar Sita 1.225 Pil Ekstasi dan 140 gram Sabu

Rivki - detikNews
Jakarta - Berawal dari penangkapan Komar (30), tukang ojek yang dibekuk polisi karena mengedarkan sabu, polisi berhasil menangkap bandar besar lainnya. Hasilnya, 1.225 butir ekstasi dan 140 gram sabu disita polisi.

"Kita tangkap Bandarnya si Komar, di kawasan Gambir, Jakarta Pusat tadi malam," kata Kanit Reskrim, Polsek Sawah Besar AKP Ary Susanto, saat dikonfirmasi, Minggu (8/4/2012).

Diketahui, bandar tersebut bernama Adi Arya (32). Tersangka, lanjut Ary, merupakan residivis kasus narkoba, dan baru keluar 3 bulan silam dari LP Cipinang.

"Dia residivis kasus kepemilikan sabu juga. Baru bebas 3 bulan lalu," sambung Ary.

Selain menyita ekstasi, polisi juga berhasil menyita 2 paket sabu kristal dengan berat lebih dari 140 gram. Menurutnya, total barang bukti dari tersangka berkisar Rp 500 juta.

"Berdasarkan keterangan, barang tersebut berasal dari bandar besar lainnya, masih kita cari pelakunya," ujarnya.

Akibat perbuatannya, Komar dan Arya dikenakan pasal 114 UU Narkotika, dengan ancaman penjara diatas 15 tahun. Kedua tersangka kini mendekam di balik jeruji besi Polsek Sawah Besar.

(rvk/mpr)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
      Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
      Gb Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    74%
    Kontra
    26%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel