Minggu, 08/04/2012 10:56 WIB

Jelang gencatan senjata, 100 orang tewas di Suriah

BBCIndonesia.com - detikNews

Sebagian korban tewas di Suriah dimakamkan secara massal.

Sedikitnya 100 orang warga sipil Suriah tewas dalam salah-satu kejadian paling berdarah sepanjang krisis politik di Suriah, demikian laporan kelompok pemberontak.

Laporan-laporan yang dihimpun kelompok anti rezim Assad menyebutkan, puluhan warga sipil tewas di wilayah Latamneh, di pinggiran kota Hama, akibat tembakan tentara Suriah.

Dalam gambar video yang disebarkan kelompok oposisi memperlihatkan mayat-mayat itu ditumpuk dalam kendaraan bak terbuka dan dibawa pergi.

Sementara gambar video yang dirilis kelompok oposisi lainnya menunjukkan, sedikitnya 13 orang terlihat tergeletak tewas di jalanan kota Homs, yang diduga akibat dieksekusi pasukan pemerintah.

Dalam tayangan video lainnya, memperlihatkan keluarga dan rekanan korban terlihat emosional ketika proses pemakaman berlangsung. Salah-seorang korban tewas adalah bocah balita, diantara mayat orang-orang dewasa yang diletakkan berjejer di dalam liang kubur.

Para aktivis anti pemerintah menyebutkan sedikitnya 40 orang tewas, tetapi kelompok Jaringan Suriah untuk Hak Asasi Manusia mengklaim korban tewas melebihi 70 orang.

Data yang dihimpun pegiat HAM Suriah yang berbasis di London menyebutkan, ada sedikitnya 107 orang tewas -- termasuk 74 warga sipil -- dalam serangan brutal oleh aparat keamanan Suriah, Jumat kemarin.

Tetapi kelompok pemantau lainnya, Koordinasi Komite Lokal, mengklaim warga Suriah yang tewas mencapai 133 orang, di luar anggota pasukan keamanan Suriah yang tewas.

Sementara itu, laporan-laporan kel0mpok pemberontak menyebutkan, pasukan tank Suriah dan artileri membombardir kawasan Deir al-Baalba, kota terbesar ketiga di Suriah.

Skeptis

Kekerasan paling berdarah ini terjadi menjelang rencana gencatan senjata di Suriah yang didukung PBB.

Sekjen PBB Ban Ki-moon sebelumnya memperingatkan pemerintah Suriah agar tidak menggunakan momen genjata senjata untuk "alasan membunuh warga sipil".

Rencananya, gencatan senjata ini mulai diberlakukan 10 sampai 12 April dan berlaku untuk aparat pemerintah ataupun kelompok pemberontak.

Namun rencana PBB ini disambut skeptis oleh kelompok oposisi Suriah, pegiat HAM, AS serta sekutunya.

Mereka mempertanyakan sejauh mana komitmen rezim Assad atas rencana PBB tersebut.

Laporan-laporan lain menyebutkan, Turki terus kebanjiran pengungsi warga sipil Suriah yang mencapai dua kali lipat semenjak Presiden Bashar al-Assad sepakat menggelar rencana genjatan senjata yang diminta Liga Arab dan PBB.

(bbc/bbc)

  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Jokowi Harus Dengarkan Informasi KPK agar Ciptakan Kabinet Bersih

KPK mengatakan 43 nama calon menteri yang diberikan Jokowi, setengahnya memiliki rapor merah atau incaran KPK. Pengamat politik dari UGM Ari Dwipayana mengimbau agar Jokowi harus mendengarkan informasi dari KPK tersebut agar dapat menciptakan kabinet yang bersih.Bila Anda setuju dengan Ari Dwipayanya, pilih Pro!
Pro
60%
Kontra
40%