detikcom
Sabtu, 07/04/2012 12:42 WIB

Tifatul: Isu Tentang Kenaikan BBM Sebenarnya Biasa

Novi Christiastuti Adiputri - detikNews
Jakarta - Tak ada yang perlu diributkan soal isu kenaikan harga BBM. Politisi PKS Tifatul Sembiring beranggapan partainya juga ingin menyejahterakan rakyat Indonesia. Tidak ada masalah.

"PKS ingin mensejahterakan rakyat Indonesia. Pemerintah dan partai-partai lain juga ingin mensejahterakan rakyat ini. Dan buktinya pada tanggal 1 April ini BBM tidak jadi naik. Lantas dimana masalahnya?" tanya Tifatul.

Hal tersebut dilontarkan pria yang juga menjabat sebagai menkominfo ini di dalam acara peluncuran bukunya "Sepanjang Jalan Dakwah Tifatul Sembiring" di Gedung Indosat, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Sabtu (7/4/2012).

Tifatul menilai masyarakat kerap salah dalam berkomunikasi. Salah dalam mengungkapkan perasaan masing-masing.

"Karena salah dalam berkomunikasi maka kita pun menjadi konflik satu sama lain," tuturnya.

Konflik yang terjadi inilah yang menghambat pembangunan. Tifatul meminta semua pihak untuk melakukan rekonsiliasi demi kemajuan bangsa.

"Jangan sampai negeri ini pecah di masa mendatang," ujarnya.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(nvc/gah)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Harga BBM Harus Naik

Terbatasanya kuota BBM bersubsidi berimbas pada langkanya BBM di sejumlah SPBU plus antrean panjang kendaraan. Presiden terpilih Jokowi mengusulkan pada Presiden SBY agar harga BBM dinaikkan. Jokowi mengatakan subsidi BBM itu harus dialihkan pada usaha produktif, ditampung di desa, UMKM, nelayan. Menurutnya anggaran subsidi jangan sampai untuk hal-hal konsumtif seperti mobil-mobil pribadi. Bila Anda setuju dengan Jokowi bahwa harga BBM harus naik, pilih Pro!
Pro
52%
Kontra
48%