detikcom
Jumat, 06/04/2012 12:43 WIB

Anggota Komisi III Dukung Denny, Tolak Pembekuan MoU Kemenkum HAM-BNN

Rachmadin Ismail - detikNews
Jakarta - Anggota Komisi III DPR Martin Hutabarat mendukung langkah Wamen Denny Indrayana melakukan sidak pemberantasan narkoba di Lembaga Pemasyarakatan. Isu penamparan hanyalah masalah biasa, seharusnya tidak perlu mengganggu kerjasama BNN dan Kemenkum HAM.

"MOU itu sudah benar, kenapa dibekukan. Saya lebih dari 5-6 kali mengunjungi LP dan rutan, memang masih jadi sarang narkoba," kata Martin kepada detikcom, Jumat (6/4/2012).

Menurut politisi Gerindra ini, para sipir dan petugas penjara sudah dilatih secara semi militer. Seharusnya, mereka disiplin dan tahan banting. Apalagi ketika memang punya kesalahan.

"Jadi kalau misalnya ada atasan menampar wajar, walaupun itu tidak boleh, dalam praktiknya sering terjadi," tegasnya.

Karena itu, Martin menyayangkan bila isu penamparan Denny malah mengalihkan isu pemberantasan narkoba. Langkah Denny harus terus didukung karena satu-satunya cara memberantas narkoba di Lapas adalah dengan sidak.

"Kita mendukug kerjasama dengan BNN. Dan memang untuk memberi efek jera jangan mudah diketahui harus sidak, harus mendadak, kalau diberitahu pasti bocor," pintanya.

"Sidak juga menyelamatkan mayoritas petugas lapas, yang tidak terlibat dalam narkoba. Mereka jadi tidak akan terseret-seret seperti yang lainnya," sambung Martin.

Seperti diberitakan, Dirjen Pemasyarakatan Sihabudin mempersoalkan atasannya, Wamen Denny Indrayana, bersama petugas BNN yang menggerebek bandar narkoba tidak berkoordinasi dengan dirinya selaku Dirjen. Kecaman terhadap tindakan Denny lalu bermunculan dari lingkungan Ditjen PAS. Untuk meredakan ketidakharmonisan di lingkungan keluarga kementeriannya, Menkum HAM Amir Syamsuddin lalu mengumumkan pembentukan TPF insiden sidak Denny dan membekukan MoU instansinya dengan BNN yang baru berusia 4 bulan.

Sidak Denny bersama BNN di LP Pekanbaru pada Senin dinihari lalu sukses menciduk 3 napi yang bertindak sebagai bandar narkoba dan 1 sipir kaki yang diduga tangan bisnis narkoba. Dalam sidak itu, disebutkan Denny menampar salah seorang petugas lapas karena lama membukakan pintu lapas. Namun hal itu telah dibantah Denny.



Ikuti topik-topik hangat hari ini di "Reportase Siang", pukul 10.30 WIB, hanya di Trans TV.

(mad/rmd)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
      Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
      Gb Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    60%
    Kontra
    40%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel
    • Rp .000
    • Rp .000
    MustRead close