detikcom
Jumat, 06/04/2012 05:50 WIB

Sempat Hilang di Laut China Timur, 8 ABK Asal Indonesia Diselamatkan

Novi Christiastuti Adiputri - detikNews
Ilustrasi (AsiaOne)
Tokyo, - Sebanyak 11 awak kapal kargo berbendera Hong Kong yang hilang di Laut China Timur akibat badai, berhasil diselamatkan oleh penjaga pantai Jepang. Ternyata, 8 awak kapal diantaranya merupakan warga negara Indonesia yang bekerja pada kapal tersebut.

Kapal bernama New Lucky VII tersebut mengangkut kayu dari wilayah Papua Nugini ke China. Kapal yang membawa 17 awak, di mana 14 awak berkebangsaan Indonesia, ini menghilang pada Selasa (3/4) kemarin di wilayah perairan Jepang, tepatnya di dekat pulau Amami Oshima.

Menurut pada penjaga pantai, sebanyak 11 awak, yang terdiri dari 8 warga negara Indonesia, 2 warga negara China, dan seorang warga negara Taiwan ini, terombang-ambing di atas kapal sekoci. Mereka ditemukan di sekitar 1.300 km dari Tokyo.

"Mereka terlihat sehat dan tidak mengalami luka apa pun," tutur pihak penjaga pantai Jepang, seperti dilansir oleh AFP, Jumat (6/4/2012).

Seperti diketahui, Jepang diterjang badai besar yang disertai hujan deras pada awal pekan ini. Badai ini mengacaukan sistem transportasi dan menewaskan 5 orang.

(nvc/mad)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    46%
    Kontra
    54%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel