Kamis, 05/04/2012 10:41 WIB

Lebih Baik Amir Bentuk TPF Narkoba di LP, Bukan TPF Denny

Niken Widya Yunita - detikNews
Amir Syamsuddin (Rengga/detikcom)
Jakarta - Menteri Hukum dan HAM Amir Syamsuddin dikritik karena kebijakannya yang membuat TPF untuk mengusut kasus penamparan di LP Pekanbaru. Seharusnya Amir membuat TPF terkait narkoba yang dapat leluasa masuk ke LP.

"Seharusnya yang harus dibentuk TPF masuknya narkoba ke pemasyarakatan. Kok bisa beredar di dalam," ujar Deputi Direktur Program Center for Detention Studies Gatot Goei kepada detikcom, Kamis (5/4/2012).

Menurut Gatot, harusnya urusan penamparan diserahkan pada polisi, bukan TPF. Polisi juga ahli dalam penegakan hukum.

Gatot juga menyayangkan dibekukannya MoU antara BNN dan Kemenkum HAM terkait pemberantasan narkoba oleh Menkum HAM Amir Syamsuddin. Amir dinilai tidak mempertimbangkan hal itu secara objektif.

"Masalah besarnya di lapas itu kenapa sampai ada peredaran narkoba. Itu ada
masalah yang besar dan seharusnya dibenahi," kata pengamat lapas ini.

Tentu tindakan Amir tersebut disayangkan. Namun jika ada dorongan pergantian Menkum HAM juga tidak akan efektif jika jajaran anak buah menteri yang terlibat narkoba tidak dipotong.

"Saran saya Presiden ganti Menkum HAM 10-100 kali kalau bawahan dipilih bukan orang yang tepat selamanya akan seperti ini. Dirjen, inspektoratnya kalau belum tepat harus diganti," ucap Gatot.

Seperti diberitakan, Menkum Amir Syamsuddin didampingi Dirjen Pemasyarakatan (Pas) Sihabudin serta disaksikan para pegawai pada Rabu (4/4) kemarin mengadakan jumpa pers. Amir mengumumkan pembentukan TPF insiden sidak wakilnya (Denny Indrayana) dan membekukan MoU instansinya dengan BNN yang baru berusia 4 bulan.

Sidak Denny bersama BNN di LP Pekanbaru pada Senin dinihari lalu sukses menciduk 3 napi yang bertindak sebagai bandar narkoba dan 1 sipir kaki tangan bisnis narkoba. Sidak ini diwarnai insiden pemukulan yang sempat melahirkan ancaman "gerakan" 30 ribu sipir. Denny telah menyangkal melakukan penamparan.



(nik/nrl)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 21/05/2013 11:43 WIB
      15 Tahun Reformasi
      Emha Ainun Nadjib: Reformasi Itu Omong Kosong
      Gb Budayawan Emha Ainun Nadjib berada di pusaran arus perubahan kekuasaan 1998. Dia adalah salah satu tokoh yang dengan lantang meminta Presiden Soeharto mengundurkan diri dari jabatannya. Tapi reformasi yang terjadi sampai saat ini, kata dia, palsu belaka. Mengapa?
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    100%
    Kontra
    0%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel