BBC Indonesia
Kamis, 05/04/2012 09:42 WIB

Perencana serangan ke WTC New York diadili

BBCIndonesia.com - detikNews
Khalid Sheikh Mohammed

Khalid Sheikh Mohammed diduga sebagai dalang serangan ke gedung WTC New York, 2001.

Pemerintah Amerika Serikat secara resmi mengadili lima orang tersangka anggota kelompok militan Al-Qaeda yang diduga menjadi dalang serangan ke menara kembar World Trade Center, New York, 2001 lalu.

Kelima tersangka itu, termasuk di dalamnya Khalid Sheikh Mohammed, yang selama ini ditahan di penjara Teluk Guantanamo akan diadili pengadilan militer Amerika Serikat

Para tersangka ini dituding merencanakan dan melakukan serangan teror 9/11 dengan cara membajak pesawat terbang dari New York, Washington dan Shanksville, Pennsylvania.

Selain itu mereka juga dijerat dakwaan lain yaitu melakukan permufakatan jahat, pembunuhan dan penghancuran properti.

Pentagon menegaskan jika kelima terdakwa ini terbukti bersalah maka mereka bisa dihukum mati.

Sebelumnya Pentagon menyatakan Khalid Sheikh Mohammed mengakui bahwa dia bertanggung jawab atas serangan 9/11.

Dalam sidang sebelumnya, Khalid mengatakan dia akan menyatakan bersalah dan bersedia menjadi martir.

Pengadilan sipil

Guantanamo

Khalid Sheikh Mohammed ditahan di penjara Teluk Guantanamo sejak 2006.

Kelima tersangka akan mendengarkan tuntutan jaksa di pengadilan militer dalam 30 hari dan diberi kesempatan untuk melakukan pembelaan.

Keputusan untuk menyidangkan kelimanya di pengadilan militer diambil setelah melalui perdebatan panjang soal di mana kelima orang ini harus menghadapi hukum.

Pada 2009 Pemerintahan Obama berniat untuk menutup penjara militer Teluk Guantanamo dan mengadili kelima tersangka ini di pengadilan sipil.

Namun niat menggunakan pengadilan sipil dibatalkan pada April 2011 karena mendapat tentangan luas.

Selain itu rencana penutupan penjara Teluk Guantanamo kini terbengkalai karena ternyata tidak mudah untuk mendapatkan lokasi terbaik untuk menahan para tersangka Al-Qaeda.

Penyiksaan

Khalid Sheikh Mohammed ditangkap di Pakistan pada Maret 2003 dan ditahan di Teluk Guantanamo sejak 2006.

Selain diduga mendalangi serangan teror di New York, jaksa penuntut menduga dia juga terlibat dalam sejumlah aksi terorisme.

Sejumlah aksi teror itu termasuk Bom Bali I 2002, pengeboman gedung WTC 1993, pembunuhan wartawan AS Daniel Pearl dan usaha pengeboman pesawat komersial menggunakan bom sepatu 2001.

Selama ditahan di Teluk Guantanamo, Khalid Sheikh Mohammed mengaku dia mendapatkan penyiksaan berulang kali.

Sejumlah dokumen CIA memastikan Khalid Mohammed mengalami penenggelaman paksa sebanyak 183 kali di Guantanamo.

(bbc/bbc)



  • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
    50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
    Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
    Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
ProKontra Index »

Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
Pro
46%
Kontra
54%
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel