detikcom
Kamis, 05/04/2012 09:06 WIB

Jangan Sampai Isu Penamparan Alihkan Masalah Narkoba di Lapas

Prins David Saut - detikNews
foto: reuters
Jakarta - Ditengarai ada banyak narapidana (napi) yang melakukan transaksi narkoba hingga keluar Lapas. Karena itu jangan sampai isu penamparan yang dilakukan Wamenkum HAM, Denny Indrayana, mengalihkan permasalahan yang lebih besar.

"Berita tentang penamparan oleh Wamenkum HAM, jangan sampai menghilangkan persoalan banyaknya Lapas dan Rutan yang menjadi tempat transaksi narkoba. Bahkan banyak napi mengendalikan perdagangan ke luar," kata anggota Komisi III DPR RI dari fraksi Gerindra, Martin Hutabarat, saat dihubungi detikcom, Kamis (5/4/2012).

Anggota DPR asal Pematang Siantar ini menyatakan Komisi III telah berkali-kali meminta Kemenkum HAM memberantas narkoba di dalam Lapas dan Rutan. Sehingga inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan oleh Denny merupakan harapan Komisi III dan masyarakat dalam memberantas narkoba.

"Komisi III berkali-kali meminta Kemenkum HAM agar melakukan usaha yang maksimal untuk memberantas narkoba di Lapas dan Rutan. Oleh karena itu, sidak yang dilakukan Wamenkum HAM dan BNN adalah bagian dari harapan Komisi III dan masyarakat," terang Martin.

Martin mengkhawatirkan berita penamparan yang beredar mengalihkan perhatian masyarakat dari banyaknya transaksi narkoba di Lapas dan Rutan. Bahkan, Martin menyarankan untuk menjaga hal tersebut agar Lapas dan Rutan tidak dikendalikan oleh jaringan narkoba.

"Jangan sampai penamparan mengambil fokus kita, dialihkan dari kenyataan banyaknya transaksi narkoba di Lapas dan Rutan. Kita harus jaga, jangan sampai Lapas dan Rutan dikendalikan oleh para mafia narkoba, atau apa pun sebutan mereka," ujar pria yang lahir 61 tahun lalu itu.

Martin mengingatkan sidak yang dilakukan Denny bertujuan baik dan jangan dihilangkan oleh dugaan penamparan untuk menutupi adanya transaksi narkoba di Lapas. "Wamenkum HAM seharusnya dengan maksud sidak baik, lalu dihilangkan tujuan baiknya. Jangan sampai berita tentang Wamenkum HAM yang menampar sipir lalu dipaksa untuk menutupi bahwa di Lapas itu memang terdapat transaksi narkoba," yakin Martin.

Martin sendiri memaparkan bahwa komisi III mendorong dan mendukung Kemenkum HAM untuk melakukan pembersihan narkoba di Lapas dan Rutan agar lebih serius. Karena bagi Martin, berita penamparan oleh Wamenkum HAM tampak seperti dipaksakan untuk menutupi transaksi narkoba.

"Kita dorong untuk lebih serius, kita dukung membongkar. Jangan karena berita menampar maka pembersihan narkoba di Lapas dan Rutan jadi berhenti. Seolah-olah soal Wamenkum HAM menampar ini dipaksain untuk menutupi banyaknya transaksi narkoba di Lapas dan Rutan," tutup Martin.



Anak seorang pembantu raih nilai UN tertinggi se-Jawa Timur. Saksikan kisahnya di "Reportase Sore", pukul 16.30 WIB, hanya di Trans TV.

(vid/nvt)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
      Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
      Gb Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    60%
    Kontra
    40%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel
    • Rp .000
    • Rp .000