detikcom

Rabu, 04/04/2012 23:25 WIB

Wah! Bandar Narkoba Dapat Fasilitas Eksklusif di LP Pekanbaru

Indra Subagja - detikNews
Halaman 1 dari 2
Ilustrasi (Reuters)
Jakarta - Entah kekuatan yang dimiliki JT. Napi yang ditangkap Badan Narkotika Nasional (BNN) di LP Pekanbaru, Riau ini ternyata mendapat fasilitas istimewa.

Informasi yang dikumpulkan detikcom, Rabu (4/4/2012), dia bisa leluasa berdagang narkoba di dalam LP. Bukan hanya itu saja, dia pun mendapatkan kamar khusus yang hanya diisi dia dan 'pesuruhnya'.

Berbeda dengan tahanan lain, JT mendapat kamar khusus yang diisi dia dan pembantunya. Sedangkan napi lain bisa mengisi 1 kamar dengan 20 orang.

Nah, dengan kekuatan uang yang dia miliki juta, JT bahkan bisa membayar sipir guna memasukkan narkoba ke dalam LP. Sang sipir ikut dicokok BNN.

Narkoba yang diperdagangkan JT itu disebutkan didapat dari jaringan Malaysia. Sabu diangkut dari Malaysia lewat jalur laut sebelum diedarkan di wilayah Indonesia.

Salah satu tempat peredaran sabu itu yakni di LP Pekanbaru. Lalu bagaimana sabu bisa masuk ke dalam LP?

"Sabu itu dilemparkan dari luar tembok. Kemudian diterima anak buah sang bandar. Agar aman oknum sipir dibuat tutup mulut," terang sumber terpercaya detikcom di penegak hukum.Next

Halaman 1 2

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.30 WIB

(ndr/van)


Setelah eksekusi 6 terpidana mati narkoba, dua negara menarik duta besarnya. Bagaimana perkembangan terkini? Simak di sini.


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Penangkapan BW Adalah Balas Dendam Polri ke KPK

Banyak pihak yang mengecam penangkapan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) oleh Bareskrim Polri. Bahkan, mantan Plt Pimpinan KPK Mas Ahmad Santosa berpendapat penangkapan oleh Polri terhadap BW merupakan tindakan balas dendam terkait penetapan tersangka Komjen Pol Budi Gunawan oleh KPK. Bila Anda setuju dengan Mas Ahmad Santosa, pilih Pro!
Pro
76%
Kontra
24%