Detik.com News
Detik.com
Rabu, 04/04/2012 11:57 WIB

Artis yang Digerayangi Sopir Taksi Setengah Sadar Setelah Diberi Minuman

Chazizah Gusnita - detikNews
Jakarta - Artis yang digerayangi sopir taksi Blue Bird mengaku seperti setengah sadar saat pelecehan seksual itu terjadi, Minggu (1/4) malam. Artis ini sebelumnya sempat diberi air putih yang diberikan sopir taksi, R (42).

"Jadi di dalam taksi itu, dia sempat diberi air minum," kata pengacara artis, Aldy Napitupulu, saat dihubungi detikcom, Rabu (4/4/2012).

Menurut Aldy, kandungan minuman itu masih diselidiki apakah memang mengandung zat-zat yang membuat kliennya seperti setengah sadar atau tidak. Namun setelah diberi air minuman itu, kliennya seperti merasa mengikuti semua yang dikatakan sopir taksi tersebut.

Pada saat itu, sopir dan artis ini sudah berada di daerah Condet. Sopir tersebut lantas mengatakan akan membawa artis cewek tersebut ke rumah saudaranya untuk membuka aura artis tersebut yang disebutnya tertutup.

"Saat itu taksi sudah berhenti di Condet. Dia (artis) lalu diajak ke rumah saudara pelaku. Dia sadar tapi seperti ikut menuruti kata pelaku," ungkapnya. Di situlah pelecehan seksual terjadi.

Artis belia tersebut lantas melaporkan kasus pelecehan seksual ke Polres Jakarta Timur.

Sementara itu, Blue Bird meliburkan R untuk sementara hingga kasusnya diusut polisi. Bila R jadi tersangka, manajemen taksi berlogo burung terbang itu akan memecatnya.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(gus/nrl)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Segera Revisi PP Ganti Rugi Salah Tangkap Rp 1 Juta!

Ganti rugi Rp 1 juta bagi korban salah tangkap dinilai sudah tidak layak lagi. Ahli pidana UII Dr Mudzakkir mengatakan PP No 27 Tahun 1983 memuat ketentuan yang sudah tidak sesuai lagi dengan keadaan sekarang. Untuk itu, Dr Mudzakkir mengusulkan PP itu harus diubah dan memasukkan ganti rugi sesuai dengan kurs terkini. Bila Anda setuju dengan usulan Dr Mudzakkir, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%