detikcom
Rabu, 04/04/2012 09:05 WIB

Dirjen PAS Jangan Alihkan Kasus Narkoba di Lapas ke Isu Penamparan

Ferdinan - detikNews
Jakarta - Sekretaris Fraksi PPP, Muhamad Arwani Thomafi, berharap isu pemukulan terhadap sipir Lapas Pekanbaru yang diduga dilakukan Wamenkumham Denny Indrayana, tidak mengaburkan substansi persoalan, yakni peredaran narkoba di Lapas. Alasannya, ada empat tersangka yang diciduk yakni 3 napi yang menjadi bandar termasuk satu sipir.

"Karena ini Kemenkumham harus serius mengusut peredaran narkoba di lapas. Sebab, bukan kali ini saja peredaran narkoba di Lapas terbongkar," kata Arwani dalam pesan singkatnya, Rabu (4/4/2012).

Dia berharap semua pihak terkait mendukung upaya melakukan terobosan untuk menangani kasus peredaran narkoba di Lapas. "Jangan sampai justru muncul gelombang untuk mengalihkan substansi inti persoalan, yakni maraknya peredaran narkoba di lapas," tambahnya.

Kendati begitu, dugaan adanya penamparan harus tetap diusut. "Karena era sekarang bukan zamannya lagi pejabat bersikap arogan terhadap bawahannya. PPP mendukung langkah Menkum HAM yang akan membentuk TPF," sambung dia.

Arwani menyarankan agar korban penamparan ataupun pemukulan segera melapor ke polisi. "Untuk saat ini, kita serahkan pada proses internal untuk mengungkap fakta yang sebenarnya. Terkait dugaan aksi kekerasan ini, pihak yang terbukti terlibat harus diberi sanksi," ujarnya.

Denny bersama tim dari BNN tiba di Pekanbaru pada Senin dinihari. Pada sekitar pukul 02.30 WIB tim sampai di lapas kelas II A Pekanbaru. Soal penamparan ini, Denny sendiri sudah membantahnya.

"Tidak benar, berita yang mengatakan, saya memukuli menampar, petugas Lapas Pekanbaru. Apa iya tampang saya ini tampang suka nampar," tutur Denny.


Ikuti berbagai peristiwa hangat yang terjadi hari ini di "Reportase Sore", Pukul 16.30 WIB, Hanya di TRANS TV

(fdn/mok)





Sponsored Link
Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019

Dalam berbagai survei, nama Gubernur DKI Jokowi menempati posisi teratas capres potensial 2014. Suara-suara yang menginginkan Jokowi maju menjadi Capres di Pilpres 2014 juga cukup kencang. Tetapi menurut peneliti politik senior LIPI, Siti Zuhro, Jokowi akan lebih kuat jika berkompetisi di Pilpres 2019. Bila Anda setuju dengan Siti Zuhro, pilih Pro!
Pro
34%
Kontra
66%