Detik.com News
Detik.com

Rabu, 04/04/2012 07:47 WIB

Dirjen PAS Lawan Wamen, Menkum HAM: Semua Harus Menahan Diri

Rachmadin Ismail - detikNews
Dirjen PAS Lawan Wamen, Menkum HAM: Semua Harus Menahan Diri
Jakarta - Dirjen Pemasyarakatan Sihabudin siap pasang badan terhadap anak buahnya yang mengaku ditampar oleh Wamen Denny Indrayana. Dengan perlawanan ini muncul perang urat syaraf di internal Kemenkum HAM. Bagaimana reaksi Menkum HAM Amir Syamsuddin?

"Sebaiknya semua pihak sedapat mungkin menahan diri," kata Amir saat dihubungi detikcom, Rabu (4/4/2012).

Menurut Amir, pihaknya akan membentuk tim pencari fakta untuk menjernihkan masalah ini. Nama baik Denny harus tetap dijaga, namun aspirasi dari pegawai Ditjen PAS juga tetap didengar.

Namun untuk mewujudkan itu, politisi Demokrat ini butuh waktu. "Beri saya dulu kesempatan untuk menjernihkan masalah ini," tegasnya.

Pada Senin (2/4) dinihari Wamen Denny Indrayana dan BNN menggerebek LP Pekanbaru, Riau. Di LP itu 3 napi bandar narkoba dan 1 sipir ditangkap. Namun muncul persoalan ketika Kalapas LP Pekanbaru merasa Denny berbuat tidak sesuai prosedur. Denny dituding Kalapas melakukan penamparan. Denny sudah membantah.

"Tidak benar, berita yang mengatakan, saya memukuli menampar, petugas Lapas Pekanbaru. Apa iya tampang saya ini tampang suka nampar," tutur Denny kepada wartawan di kantornya.

Namun, Dirjen PAS Shihabudin tidak mau menerima bantahan Denny. Dia bahkan mengatakan, 30 ribu sipir kini bergerak melakukan perlawanan pada Denny. Mereka siap menunjukkan solidaritas pada rekan mereka yang dikabarkan ditampar Denny.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(mad/mok)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru Indeks Berita ยป
  • Jumat, 17/04/2015 20:40 WIB
    Wawancara
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Luhut Binsar Panjaitan ditunjuk sebagai penanggung jawab peringatan 60 tahun KAA. Hanya tersedia waktu kurang lebih 6 minggu bagi panitia untuk mengadakan persiapan.
ProKontra Index »

Jokowi Presiden Pilihan Rakyat, Bukan Presiden Partai!

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri mengungkap hukum demokrasilah yang mengatur presiden dan wapres ikut garis politik partai. Namun pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio membantah pernyataan Mega, karena presiden adalah pilihan rakyat, bukan presiden partai. Bila Anda setuju dengan pendapat Hendri Satrio, pilih Pro!
Pro
94%
Kontra
6%