detikcom
Selasa, 03/04/2012 22:49 WIB

Dirjen PAS Persoalkan Denny yang Rahasiakan Gerebekan Narkoba di LP

Prins David Saut - detikNews
Jakarta - Dirjen Pemasyarakatan Sihabudin mempersoalkan atasannya Wamen Denny Indrayana. Dia menilai apa yang dilakukan Denny bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) dalam menggerebek bandar narkoba tidak berkoordinasi dengan dirinya selaku Dirjen.

"Sesuai pengakuan Kalapas dan Kakanwil, termasuk saya sebagai Dirjen, tidak ada pemberitahuan sama sekali kalau tim BNN dan Wamen akan melakukan sidak ke Pekanbaru," keluh Sihabudin dalam jumpa pers di kantornya, Jl Veteran, Jakarta, Selasa (3/4/2012).

Sihabudin percaya diri. Selama ini, padahal ada kerjasama yang ditandatangani Kemenkum dengan BNN. "Kita juga punya MoU yang ditandatangani Menkumham dan BNN," jelasnya.

Yang dia sayangkan, Denny selalu memberitahu setelah penggerebekan selesai dilakukan. "Termasuk di Medan dan di Bali yang ada kerusuhan, Kerobokan," jelasnya.

Sihabudin menegaskan, selama ini selaku Dirjen dirinya yang paling hapal dan tahu kultur di Lapas. "Kita kan pihak Ditjen PAS yang memahami betul kultur lapas. Karena tidak sama Lapas di Medan dan di Bali, itu beda," jelasnya.



Ikuti berbagai peristiwa hangat yang terjadi hari ini di "Reportase Sore", Pukul 16.30 WIB, Hanya di TRANS TV

(vid/ndr)





Sponsored Link
Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019

Dalam berbagai survei, nama Gubernur DKI Jokowi menempati posisi teratas capres potensial 2014. Suara-suara yang menginginkan Jokowi maju menjadi Capres di Pilpres 2014 juga cukup kencang. Tetapi menurut peneliti politik senior LIPI, Siti Zuhro, Jokowi akan lebih kuat jika berkompetisi di Pilpres 2019. Bila Anda setuju dengan Siti Zuhro, pilih Pro!
Pro
34%
Kontra
66%